<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Mencoba Untuk Berbagi</title>
	<atom:link href="http://saptacrispy.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://saptacrispy.wordpress.com</link>
	<description>tak ada kebaikan yang sia-sia &#124; teruslah berbagi kebaikan..</description>
	<lastBuildDate>Thu, 29 Dec 2011 05:21:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='saptacrispy.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/5a90e29b9922740b3194f983b81fbea9?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Mencoba Untuk Berbagi</title>
		<link>http://saptacrispy.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://saptacrispy.wordpress.com/osd.xml" title="Mencoba Untuk Berbagi" />
	<atom:link rel='hub' href='http://saptacrispy.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Laju Untaian Malam</title>
		<link>http://saptacrispy.wordpress.com/2009/05/16/laju-untaian-malam-2/</link>
		<comments>http://saptacrispy.wordpress.com/2009/05/16/laju-untaian-malam-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 May 2009 23:11:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sapta nugraha</dc:creator>
				<category><![CDATA[coretanku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saptacrispy.wordpress.com/?p=49</guid>
		<description><![CDATA[Apabila kamu berdo’a janganlah berkata, “Ya Allah, ampunilah aku kalau Engkau menghendaki, rahmatilah aku kalau Engkau menghendaki dan berilah aku rezeki kalau Engkau menghendaki.” Hendaklah kamu bermohon dengan kesungguhan hati sebab Allah berbuat segala apa yang dikehendakiNya dan tidak ada paksaan terhadap-Nya. (HR. Bukhari dan Muslim) Dalam sebuah suasana yang hati yang sejuk dapat membuat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saptacrispy.wordpress.com&amp;blog=1860827&amp;post=49&amp;subd=saptacrispy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><img class="alignleft" style="margin:5px;" src="http://farm3.static.flickr.com/2234/3528305173_cc9315cb13.jpg?v=0" alt="" width="182" height="91" />Apabila kamu berdo’a janganlah berkata, “Ya Allah, ampunilah aku kalau Engkau menghendaki, rahmatilah aku kalau Engkau menghendaki dan berilah aku rezeki kalau Engkau menghendaki.” Hendaklah kamu bermohon dengan kesungguhan hati sebab Allah berbuat segala apa yang dikehendakiNya dan tidak ada paksaan terhadap-Nya. (HR. Bukhari dan Muslim)<span id="more-49"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Dalam sebuah suasana yang hati yang sejuk dapat membuat membawa kedalam hanyutnya mimpi dan cita-cita. Kerinduan akan kebahagiaan, kebersamaan dalam bergerak melintas begitu saja menumbuhkan kembali semangat dalam berjuang. Dapat kita bayangkan jika suasana ini di rasakan bersama-sama, mungkin perceraian dan pertikaian tak terjadi dalam kehidupan. Yang ada senyuman menebar dalam sudut pandang permasalahan, keyakinanya akan balasan bagi keikhlasan menerima segala ujian di percaya mendapat sebaik-baik balasan dari yang Esa.</p>
<p style="text-align:justify;">Fikiran yang mengalir saat alunan relaxasi mendarat dalam kekhusukan. Mata yang sayu dan bibirt yang terlihat tersenyum… tiba-tiba menjadi sendu dan mata berbinar mengeluarkan setitik demi setitik butiran air mata, mulut yang terdiam dan terkunci berusaha melepas bisikan kata yang keluar dalam hati “ya Allah yang maha pengasih.. aku merindukan mereka untuk merasakan kebahagiaan ini”, potongan kata yang keluar tanpa rencana. fikiran itu terus melaju cepat mencari arah tujuan dalam hati…. Tanpa peduli air mata semakin deras, isak tangis semakin menjadi saat bayangan sampai ketempatnya. Suasana empat dimensi yang membuat muncul pada maya bak nyata.</p>
<p style="text-align:justify;">Menangis haru bercampur amarah, ketika menengok ke kiri dan kekanan dalam angan…. Melihat ruang yang sepi didalam keramaian… hati kembali berbisik mengapa yang berkunjung ke dunia do’a hanya sebagian saja, segelintir menyisipkan ingatan dalam kepedulian asa untuk perjuangan dakwah Islam… saudara-saudarku seiman, dimana kalian.. tidak adakah yang peduli dengan kenyataan, dengan diskriminasi aqidah dan akhlaq yang kian tercabik oleh masa yang berang ingin merampas dalam batas syariatnya.. perasaan itu ingin sekali berontak dari gelapnya malam, tangan dalam tengadah menggenggam keras.. berbisk kembali ketundukan-Mu “ya Allah berikan mereka kekuatan jasad dan ruh, jangan jadikan saudara kami dalam medan jihad iri dengan kami yang mampu untuk bergerak tanpa ancaman.. sesungguhnya jika kami jujur, kamilah yang iri dengan mereka, karena perjuangan disini belum seberapa, yang masih takut akan dunia”. Rangkaian kata dalam malam hingga kuingat dan ku ulang dalam estapet tanpa kebosanan</p>
<p style="text-align:justify;">Terbawa suasana dan semakin terhanyut dalam penghambaan, mencoba untuk bangun dalam keterbayangan, bangkit melihat ada hamparan luas kota do’a, mengapa enggan mengunjungi dengan secuil kata penguat untuk para pejuang. Melangkah dan terus melangka mencari pasti. Tidak ada yang salah dan di permasalahkan, semua mempunyai hak dan kebebasan dalam do’a dan mendo’akan. Semua berhak mencari cita, cinta, kebahagiaan dan lainya kepada Allah Tempat memohon segala pertolongan. Sisipkan untaian kata untuk mereka mengambil kekuatan atas tengadah tangan 1/3 malammu</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam sudut, duduk dan tersungkur, satukan hati-hati kami agar saudara-saudaraku seiman di bumi Allah bersatu dalam ikatan-ikatan tarbiyah, mengepal tangan dan mengangkat keadilan untuk melawan kebatilan yang melanda umat Islam di belahan dunia.<br />
Jika kita dalam kemampuan materi mampu meng-infakan harta untuk mereka tidak-kah kita juga dapat memberikan do’a untuk kekuatan saudara-saudara kita. Allahu Akbar.. semoga Allah melindungi dan menguatkan langkah kita dalam dakwah karena satunya do’a, do’a untuk kemenangan dan kedamaian Islam . amiiiin</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">By.Sapta Nugraha</p>
<br />Posted in coretanku  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/saptacrispy.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/saptacrispy.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/saptacrispy.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/saptacrispy.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/saptacrispy.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/saptacrispy.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/saptacrispy.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/saptacrispy.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/saptacrispy.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/saptacrispy.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/saptacrispy.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/saptacrispy.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/saptacrispy.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/saptacrispy.wordpress.com/49/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saptacrispy.wordpress.com&amp;blog=1860827&amp;post=49&amp;subd=saptacrispy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://saptacrispy.wordpress.com/2009/05/16/laju-untaian-malam-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3e42b81d3676a3dd59206ce63565e311?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sapta</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farm3.static.flickr.com/2234/3528305173_cc9315cb13.jpg?v=0" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>LINTASAN PERTAMA</title>
		<link>http://saptacrispy.wordpress.com/2009/05/16/lintasan-pertama/</link>
		<comments>http://saptacrispy.wordpress.com/2009/05/16/lintasan-pertama/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 May 2009 23:07:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sapta nugraha</dc:creator>
				<category><![CDATA[coretanku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saptacrispy.wordpress.com/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[Aku coba memulai dengan beningnya hati…. Beningnya fikiran untuk menjalankan aktifitas…. Masalah lintasa aku coba ibaratkan seperti halnya lintasan dalam perjalanan, sesekali melihat keindahan kusebut subhanallah… sesekali melihat kengerian kusebut astagfirullah.. sesekali melihat musibah ku sebut innalillahi … ketika rizki datang ku sebut Alhamdulillah… semuanya adalah problematika hidup yang harus di hadapi dengan cerdas. Meniti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saptacrispy.wordpress.com&amp;blog=1860827&amp;post=47&amp;subd=saptacrispy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Aku coba memulai dengan beningnya hati…. Beningnya fikiran untuk menjalankan aktifitas…. Masalah lintasa aku coba ibaratkan seperti halnya lintasan dalam perjalanan, sesekali melihat keindahan kusebut subhanallah… sesekali melihat kengerian kusebut astagfirullah.. sesekali melihat musibah <span> </span>ku sebut innalillahi … ketika rizki datang ku sebut Alhamdulillah… semuanya adalah problematika hidup yang harus di hadapi dengan cerdas.<span id="more-47"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Meniti lintasan hidup… mungkin ini adalah kata yang cocok untuk tulisan ini… sebuah awalah yang tak pernah terencana.. sebuah awalan yang akan ada episode berikutnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Berawal dari sesuatu yang tidak pernah diduga… perjalanan ku yang tadinya hanya melihat panorama kehidupan di sekeliling jalanku tiba-tiba saja terhenti oleh lintasan samar yang tiba-tiba saja datang… tidak jelas wajah siapa… hanya suara dengan sedikit noise yang membuat akupun masih sukar untuk menebak… siapa dia “?”. Awalnya tak merasuk kedalam relung-relung jiwa ini… tapii akhirnya terbawa oleh hati yang mengguncang… “mungkin ini adalah kesempatan, atau…………………..” lintasan itu masih samar hanya terdengar jelas saja penerjemah yang menyapaku… aku masih mencoba merahasiakan ini karena aku takut… lintasan itu salah menyapaku atau aku yang salah melewatinya</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sejenak ku hela nafas, sebelum ku mohon do’a kepada Robb ku yang Maha Tinggi dan Maha Perkasa..</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Ya Allah Tunjukan aku jalan yang lurus, jalan yang Engkau ridhoi….</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">ya Allah ku titipkan kata dalam do’aku. jika lintasan ini tak terhenti di lintasanya maka jadikan ukhuwah dan robithoh penguat ikatan jiwa…</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Ya Allah kutitipkan kata dalam do’aku, jika lintasanku terhenti pada lintasanya ku mohon riho dariMu agar pertemuan ini menjadi berkah karana tujuan kemulyaan atas perintahMu…..</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">maafkan aku yang dhoif ya Allah…<br />
amiin…</p>
<p>[ditulis ulang dan tidak lengkap setelah hilang 2-3 paragaraf terakhir]<br />
g.sapta.n 384011 menuju episode 2</p>
<br />Posted in coretanku  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/saptacrispy.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/saptacrispy.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/saptacrispy.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/saptacrispy.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/saptacrispy.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/saptacrispy.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/saptacrispy.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/saptacrispy.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/saptacrispy.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/saptacrispy.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/saptacrispy.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/saptacrispy.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/saptacrispy.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/saptacrispy.wordpress.com/47/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saptacrispy.wordpress.com&amp;blog=1860827&amp;post=47&amp;subd=saptacrispy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://saptacrispy.wordpress.com/2009/05/16/lintasan-pertama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3e42b81d3676a3dd59206ce63565e311?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sapta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pembelajaran dari Partai Islam Turki (1)</title>
		<link>http://saptacrispy.wordpress.com/2008/03/22/46/</link>
		<comments>http://saptacrispy.wordpress.com/2008/03/22/46/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 Mar 2008 22:44:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sapta nugraha</dc:creator>
				<category><![CDATA[berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saptacrispy.wordpress.com/2008/03/22/46/</guid>
		<description><![CDATA[Turki merupakan suatu negeri yang memiliki kisah panjang tentang jatuh bangunnya peradaban. Di negeri ini pula Islam pernah sedemikian bercahaya gemerlap tatkala Kekhalifahan Islam Turki Utsmani masih berdiri kokoh. Dan seorang Abdullah ‘Azzam, pernah pula berlinang airmata kesedihan ketika menulis satu demi satu kalimat yang diuntainya menjadi sebuah buku berjudul ‘Pelita Yang Hilang’. Turki merupakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saptacrispy.wordpress.com&amp;blog=1860827&amp;post=46&amp;subd=saptacrispy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="msonospacing" dir="ltr" style="text-align:justify;"><img src="http://www.eramuslim.com/fckfiles/image/turki-lady.jpg" align="left" border="1" height="182" hspace="1" vspace="1" width="250" /><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Turki merupakan suatu negeri yang memiliki kisah panjang tentang jatuh bangunnya peradaban. Di negeri ini pula Islam pernah sedemikian bercahaya gemerlap tatkala Kekhalifahan Islam Turki Utsmani masih berdiri kokoh. Dan seorang Abdullah ‘Azzam, pernah pula berlinang airmata kesedihan ketika menulis satu demi satu kalimat yang diuntainya menjadi sebuah buku berjudul ‘Pelita Yang Hilang’. Turki merupakan pelita Islam di gerbang Eropa. Sebab itu, musuh-musuh Allah senantiasa berupaya sekuat tenaga untuk memadamkan pelita tersebut.</span></p>
<p class="msonospacing" dir="ltr" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Konspirasi Yahudi Internasional-lah, lewat seorang Yahudi dari Dumamah bernama Mustafa Kemal, yang meruntuhkan kekhalifahan Turki Ustmaniyah. Sejak itu, Mustafa Kemal menghancurkan semua simbol-simbol keIslaman dari negeri tersebut dan membunuh siapa saja yang berani menghalang-halanginya.</span><span id="more-46"></span></p>
<p class="msonospacing" dir="ltr" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Setelah kekhalifahan hancur, Mustafa Kemal segera memberlakukan hokum sekularisme di negeri tersebut. Semua yang terkait dengan simbol-simbol keIslaman, walau sekecil apa pun, menjadi sesuatu yang dilarang. Barangsiapa yang masih mempergunakannya maka akan diseret ke penjara. Adzan pun yang di mana-mana mempergunakan bahasa Arab diganti dengan bahasa Turki. <i>Allahu Akbar</i> menjadi <i>Allahu Buyuk</i>. Jangan tanya soal hijab atau jilbab, semuanya dicampakkan jauh-jauh.</span></p>
<p class="msonospacing" dir="ltr" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Sekularisme yang dilancarkan Mustafa Kemal didukung penuh oleh angkatan bersenjata Turki yang memang telah dikondisikan jauh-jauh hari oleh jaringan Yahudi Internasional. Sampai hari ini pun, militer Turki dikenal sebagai penjaga nilai-nilai sekularisme paling depan dan senantiasa siap untuk memberangus siapa pun yang ingin meruntuhkan nilai-nilai sekularisme Turki tersebut.</span></p>
<p class="msonospacing" dir="ltr" style="text-align:justify;"><b><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Sistem Sekuler Bernama Demokrasi</span></b><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span></p>
<p class="msonospacing" dir="ltr" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Sebelum berkuasanya Mustafa Kemal, Turki yang masih menganut sistem kekhalifahan menganut sistem Syuro, bukan demokrasi. Ada perbedaan sangat prinsipil di antara keduanya. Dalam sistem demokrasi, setiap orang memiliki satu suara, tidak perduli apakah dia itu seorang ulama yang bersih atau dia seorang koruptor, seorang pembunuh, seorang maling, seorang munafik, atau seorang penzina sekali pun. SIngkatnya, dalam demokrasi, suara ulama dan suara seorang penzina itu dianggap sama: satu suara.</span></p>
<p class="msonospacing" dir="ltr" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Beda sekali dengan Syuro yang memang berasal dari Islam. Dalam sistem Syuro, orang-orang yang dikenal baik reputasinya, bersih, shalih, jauh dari hal-hal yang syubhat apalagi haram, memiliki keilmuan yang bagus, pemahaman yang lurus, dan semata-mata bekerja dan hidup demi menegakkan Islam, bukan ‘menunggangi’ Islam, maka orang-orang ini diangkat oleh khalifah dan duduk di dalam satu majelis yang disebut Majelis Syuro. Majelis yang berisi orang-orang yang bersih dan lurus, para ulama dalam arti sesungguhnya, dan menjadi wakil umat di dalam memutuskan segala apa yang diperlukan umat dalam hidup berbangsa dan bernegara.</span></p>
<p class="msonospacing" dir="ltr" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Walau demikian, rakyat kebanyakan bisa mengontrol Dewan Syuro ini dan memberi masukan-masukan yang sesuai dengan Islam. Jika ada pejabat negara yang sudah melakukan sesuatu hal yang keluar dari nilai-nilai Islam, maka umat berhak meminta Dewan Syuro agar mencopot orang tersebut dari jabatannya. Dan Dewan Syuro pun akan membahas hal tersebut bersama-sama dan memutuskan menurut kaidah Islam yang benar, bukan menurut kalkulasi politik praktis yang semata berdasar logika seorang manusia semata, apalagi berdasar kepentingan sesaat syahwat kekuasaan.</span></p>
<p class="msonospacing" dir="ltr" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Di zaman Rasulullah, jabatan publik seperti hakim, gubernur, menteri, atau sebagainya merupakan amanah yang sangat berat pertanggungjawabannya di akherat kelak, sehingga banyak sahabat yang menolak ketika jabatan itu akan diserahkan kepadanya. Para sahabat dan para tabiin memahami dengan baik jika hakikat kemenangan dalam Islam diukur dari seberapa banyaknya umat yang telah menjalani hidup sesuai dengan syariat Islam. Makin banyak umat yang tebina, maka kondisi masyarakat, bangsa, dan negara dengan sendirinya juga akan semakin baik.</span></p>
<p class="msonospacing" dir="ltr" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Hal ini beda dengan partai-partai sekuler yang mengukur hakikat kemenangannya semata dengan jumlah sudah berapa banyak posisi gubernur, menteri, dan jabatan publik lainnya berada di tangannya. Partai Islam tidak demikian karena lebih mengutamakan pembinaan terhadap manusianya, bukan posisi atau jabatannya yang sejatinya merupakan amanah yang sangat berat pertanggungjawabannya.</span></p>
<p class="msonospacing" dir="ltr" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Para sahabat yang hidup berdampingan dengan Rasulullah saja banyak yang menolak jabatan, bahkan banyak yang menangis ketika dipaksa menerima jabatan tersebut. Beda sekali dengan zaman kini di mana banyak orang yang malah memburu jabatan, bahkan dengan menghalalkan segala cara.</span></p>
<p class="msonospacing" dir="ltr" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Di masa kekuasaan Mustafa Kemal, banyak aktivis Islam dijebloskan ke dalam penjara bahkan sampai harus menemui kematian. Sebab itu, dakwah dilakukan dengan sangat rahasia dan tertutup. Dalam kondisi masyarakat demikian maka tumbuh suburlah tarekat-tarekat sufiisme yang merupakan sebuah eskapisme dari kondisi masyarakat yang kering ruhiyah. Sejarah mencatat jika sufiisme selalu berkembang dengan pesat di saat tatanan masyarakat dan kekuasaan bersikap represif terhadap dakwah Islam.</span></p>
<p class="msonospacing" dir="ltr" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Pelajaran berharga diambil oleh para aktivis Islam Turki saat angkatan bersenjata negeri tersebut mengkudeta Perdana Menteri Adnan Menderes dari Partai Demokrat yang berkuasa di tahun 1960-an. Saat berkuasa, Menderes melakukan sejumlah upaya yang dinilai militer Turki bisa menghancurkan asas sekularisme Turki seperti membolehkan adan kembali dilakukan dalam bahasa Arab, merenovasi masjid yang rusak, membuka kembali fakultas ushuludin, dan menghidupkan kembali lembaga penghapal Al-Qur’an.</span></p>
<p class="msonospacing" dir="ltr" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Oleh militer Turki, Menderes bersama Ketua Parlemen Bultuqan, serta Menteri Luar Negeri Fathin Zaurli dijatuhi hukuman mati.(<i>rizki, bersambung</i>)</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">artikelini di unduh dari website: www.eramuslim.com </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/saptacrispy.wordpress.com/46/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/saptacrispy.wordpress.com/46/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/saptacrispy.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/saptacrispy.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/saptacrispy.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/saptacrispy.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/saptacrispy.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/saptacrispy.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/saptacrispy.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/saptacrispy.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/saptacrispy.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/saptacrispy.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/saptacrispy.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/saptacrispy.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/saptacrispy.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/saptacrispy.wordpress.com/46/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saptacrispy.wordpress.com&amp;blog=1860827&amp;post=46&amp;subd=saptacrispy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://saptacrispy.wordpress.com/2008/03/22/46/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3e42b81d3676a3dd59206ce63565e311?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sapta</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.eramuslim.com/fckfiles/image/turki-lady.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Maafkan Aku Saudaraku</title>
		<link>http://saptacrispy.wordpress.com/2008/03/02/maafkan-aku-saudaraku/</link>
		<comments>http://saptacrispy.wordpress.com/2008/03/02/maafkan-aku-saudaraku/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Mar 2008 18:09:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sapta nugraha</dc:creator>
				<category><![CDATA[celoteh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saptacrispy.wordpress.com/2008/03/02/maafkan-aku-saudaraku/</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini aku mendengar dan melihat kabar kembali, dalam negaramu perang semakin manakutkan. Mata tak pernah lelap tetap terjaga, bersiap memegang senjata membela harta, nyawa dan izzah Islam. Satu, dua, tiga sampai akhirnya 63 saudaraku telah syahid di bumi palestina dalam 5 hari. Setiap kali mendengar dan melihat kabar, perasaan dendam terhadap musuh Allah kian [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saptacrispy.wordpress.com&amp;blog=1860827&amp;post=45&amp;subd=saptacrispy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://images.grapesnasyid.multiply.com/song/1/251/full/U2FsdGVkX1.tnNpXlxYwClk2qpd8W4f.0dkV5qDhuh1ZlxWjX8QqpjRLJ1x7HQIT/Al-Ghinat%20-%20Satu%20Yang%20Terbaik.mp3?encid=U2FsdGVkX1.tnNpXlxYwCjc0TmeNIjYfegT2S3.v6go=&amp;nmid=19213489"><br />
</a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<div style="text-align:center;"><img src="http://farm3.static.flickr.com/2027/2304392187_b56bd6cd74.jpg?v=0" border="2" alt="" hspace="2" vspace="2" width="500" height="291" /></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Hari ini aku mendengar dan melihat kabar kembali, dalam negaramu perang semakin manakutkan. Mata tak pernah lelap tetap terjaga, bersiap memegang senjata membela harta, nyawa dan izzah Islam. Satu, dua, tiga sampai akhirnya 63 saudaraku telah syahid di bumi palestina dalam 5 hari. Setiap kali mendengar dan melihat kabar, perasaan dendam terhadap musuh Allah kian memuncak, perasaan ingin membantu hanya sampai pada batas do’a ku. </span><span id="more-45"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Disaat engkau merasa kesakitan, kepiluan, tersudutkan dan survival dalam mengarungi hidup mempertahankan Negara yang hakmu, kembali aku meneteskan air mata ini dan semakin bingung harus apa yang aku utarakan kepada Allah, engkau di kejar-kejar Israel laknatullah sedang di negarku saudaramu yang lain lebih suka dan menagis mengejar episode novel dan film <span> </span>ayat-ayat cinta dan cerita fiktif , kisah satu tokoh yang tak sebanding untuk di tangis lebih di banding kisah-kisah para syuhada baru yang berkisah lebih nyata dalam membela akhlak serta akidah kebenaran ini. Jika engkau menjerit dalam do’a mu ……….“ dimana sudaraku kaum muslimin yang lain, tidak kah peduli kepada kami, tidak kah mau membantu mengulurkan do’a do’a dalam tahajud, tidak kah dalam fikiran teruntai rasa iba ke pada kami, tidakah mereka pernah iri untuk bisa mencari peluang syahid di Negara Kami…. Ya Allah.. para mujahid mengadu pada-Mu hanya ingin melihat saudaraku di sana yang hidup dalam kedamaian itu bersatu untuk menegakkan kebenaran dan jangan terlalaikan seperti masa kami dahulu… jika engkau ya Allah ambil nyawa<span> </span>Kami.. Kami Ikhlas dan ridho karena kebenaran-Mu.. karena Kami hanya ingin mati membela agama-Mu, tapi yang kami mohon… satukan saudaku…”……………….” Biar kami yang di palestina, Irak, Afgan, Bosnia, Checnya dan Negara kecil lainya saja yang menjadi korban ketidak adilan dunia ini…. Jangan biarkan ada Negara Islam dan juga umata Islam lain berikutnya yang akan di cipta sama seperti kami… kuatkan saudara kami agar lebih mampu menghadapi musuh-musuh Allah”……………. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Sesungghnya aku malu padamu saudaraku… engkau lebih peduli dalam kesudutan pada saudara muslim dunia di banding denganku yang mampu lelap memejam mata dalam selimut malam. Terimakasih ya Allah, ingatan ini, mata ini, cerita dan episode nyata ini mengembalikan semangat dalam langkah dakwah ini.<span> </span>Karaktermu dalam keseharian adalah sama karena engkau nyata bukan siapa sebagai siapa berperan apa dan berkarakter beda. Pribadimu syuhada nyata mata syahid ada di muka. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Saudaraku mujahid di ranah para syahid. Semoga suatu saat kita di pertemukan dalam kisah indah memperjuangkan kebenaran walau beda jarak, episode dan medan dakwah serta tak tercatat dalam tulisan tinta… adalah keyakinan<span> </span>Izzah Islam di tinggikan serta menyatu dalam kebenaran…. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span><tt><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><em>"Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur dijalan Allah itu mati, bahkan mereka hidup disisi Tuhan-Nya dengan mendapat rezeki, mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikanNya kepada mereka dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal dibelakang yang belum menyusul mereka bahwa tidak ada kekawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati. Mereka bergirang hati dengan nikmat dan karunia yang besar dari Allah dan bahwa Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman" (Ali Imraan:169-171)</em></span></tt></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><strong>Allahu Akbar untuk kemenangan dan kejayaan Islam</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">By: g.sapta n.<br />
Saat emosi tak teratur</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/saptacrispy.wordpress.com/45/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/saptacrispy.wordpress.com/45/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/saptacrispy.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/saptacrispy.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/saptacrispy.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/saptacrispy.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/saptacrispy.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/saptacrispy.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/saptacrispy.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/saptacrispy.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/saptacrispy.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/saptacrispy.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/saptacrispy.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/saptacrispy.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/saptacrispy.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/saptacrispy.wordpress.com/45/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saptacrispy.wordpress.com&amp;blog=1860827&amp;post=45&amp;subd=saptacrispy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://saptacrispy.wordpress.com/2008/03/02/maafkan-aku-saudaraku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
<enclosure url="http://images.grapesnasyid.multiply.com/song/1/251/full/U2FsdGVkX1.tnNpXlxYwClk2qpd8W4f.0dkV5qDhuh1ZlxWjX8QqpjRLJ1x7HQIT/Al-Ghinat%20-%20Satu%20Yang%20Terbaik.mp3?encid=U2FsdGVkX1.tnNpXlxYwCjc0TmeNIjYfegT2S3.v6go=&amp;amp" length="4169108" type="audio/mp3" />
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3e42b81d3676a3dd59206ce63565e311?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sapta</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farm3.static.flickr.com/2027/2304392187_b56bd6cd74.jpg?v=0" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah</title>
		<link>http://saptacrispy.wordpress.com/2008/03/01/kembali-kepada-al-qur%e2%80%99an-dan-sunnah/</link>
		<comments>http://saptacrispy.wordpress.com/2008/03/01/kembali-kepada-al-qur%e2%80%99an-dan-sunnah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 Mar 2008 00:53:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sapta nugraha</dc:creator>
				<category><![CDATA[tabiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saptacrispy.wordpress.com/?p=43</guid>
		<description><![CDATA[“Al-Quran dan Sunah yang suci merupakan rujukan setiap Muslim dalam mengetahui hukum-hukum Islam.” Al-Quran asalnya adalah bentuk mashdar dari kata kerja Qara-a. Allah Swt. berfirman, Apabila Kami telah selesai membacakannya, maka ikutilah bacaan-nya itu (Al-Qiyamah: 18), seperti lafadz kufran dan rujhan. Ada-pun artinya adalah himpunan. Disebut Quran karena ia menghimpun dan memuat surat-surat. Penggunaannya khusus [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saptacrispy.wordpress.com&amp;blog=1860827&amp;post=43&amp;subd=saptacrispy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">  “Al-Quran dan Sunah yang suci merupakan rujukan setiap Muslim dalam mengetahui hukum-hukum Islam.”</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="left">Al-Quran asalnya adalah bentuk mashdar dari kata kerja <i>Qara-a. </i>Allah Swt. berfirman,</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="left"><i>Apabila Kami telah selesai membacakannya, maka ikutilah bacaan-nya itu </i>(Al-Qiyamah: 18), seperti lafadz <i>kufran </i>dan <i>rujhan. </i>Ada-pun artinya adalah himpunan. Disebut Quran karena ia menghimpun dan memuat surat-surat.<span id="more-43"></span></p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="left">Penggunaannya khusus untuk nama kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw., sebagaimana nama Taurat untuk kitab yang diturunkan kepada Musa a.s. dan Injil untuk kitab yang diturunkan kepada Isa a.s.</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="left">Sebagian ulama berkata, “Al-Quran ini dinamakan Quran diantara kitab-kitab Allah yang lain, karena ia menghimpun buah kitab-kitab-Nya, bahkan menghimpun buah semua ilmu. Sebagaimana Allah Swt..berfirman,</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="left"><i>Dan menjelaskan segala sesuatu </i>(Yusuf: 111), dan firman-Nya, <i>Untuk menjelaskan segala sesuatu </i>(An-Nahl: 89). &#8220;</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="left">Para ulama mendefinisikan Al-Quran dengan berbagai definisi. Definisi paling lengkap adalah, Al-Quran merupakan firman Allah yang mengandung mukjizat yang diturunkan kepada Muhammad Saw., ditulis dalam mushaf yang diriwayatkan secara mutawatir, dan membacanya merupakan suatu ibadah. Definisi ini telah menghimpun karakteristik terpenting Al-Quran yang menjadikannya istimewa, meskipun teristimewa juga dalam banyak hal selainnya.</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="left">Adapun Sunah, makna asalnya adalah cara dan perjalanan hidup. Termasuk menerangkan makna ini, sabda Nabi Saw., <i>Barangsiapa menjalani suatu cara hidup yang bak dalam Islam, maka ia memperoleh pahalanya dan pahala orang yang mengamalkannya. </i></p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="left">Dalam terminologi syariat, yang dimaksud Sunah adalah segala sesuatu yang diperintahkan, dilarang, dan dianjurkan oleh Nabi Saw., baik dengan ucapan, perbuatan, maupun <i>taqrir </i>(penetapan) bagi hal-hal yang tidak tercantum dalam Al-Quran. Karena itu orang mengatakan bahwa dalil-dalil syariat adalah Alkitab dan Sunah, yakni Al-Quran dan Hadits.</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="left">Para ulama ushul fiqh mendefinisikan Sunah sebagai sesuatu yang diriwayatkan dari Nabi Saw. baik berupa ucapan, perbuatan, atau <i>taqrir </i>(penetapan). Contoh yang berupa ucap-an adalah, <i>Sesunguhnya segala amal perbuatan ditentukan oleh niat-nya. </i>Contoh yang berupa perbuatan adalah hal-hal yang diriwayatkan oleh para sahabat mengenai tata rara ibadah dan lainnya. Sedangkan contoh <i>taqrir </i>adalah pengakuan beliau terhadap ijtihad para sahabat mengenai shalat asar pada perang bani Quraidhah dan pengakuan beliau terhadap Khalid bin Walid yang memakan biawak.</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="left">Al-Quran dan Sunah yang diterangkan dalam prinsip kedua ini sebagai rujukan setiap Muslim untuk mengetahui hukum-hukum Islam. Apa yang dimaksud dengan merujuk di sini? Bagaimana ia terjadi? Apa dalilnya?</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="left">Sebelum menjelaskan hal tersebut, terlebih dahulu kami akan menjelaskan makna bahasa dari lafadz <i>marji’, </i>definisi syar’i kata Muslim dan hukum yang diambil dari kedua sumber perundang-undangan, yakni Al-Quran dan Sunah.</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="left">Lafadz <i>marji’ </i>merupakan salah satu bentuk masdar <i>raja’a. </i>Hal ini telah dinukil oleh Sibawaih, berkenaan dengan masdar-masdar yang terbentuk dari kata kerja <i>fa’ala yaf’alu </i>mengikuti wazan <i>maf’ilun. Marji’ </i>berarti kembali ke asal atau memperkirakan permulaan, baik tempat, perbuatan, maupun ucapan. Kernbali dengan Dzat-Nya, dengan salah satu bagiannya atau salah satu perbuatannya. Sebagai contoh, firman Allah,</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="left"> <i>Hanya kepada Allah-lah marji’ (tempat kembali) </i>(Al-Ma’idah: 48), artinya <i>ruju’ukum </i>(kembalimu).</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="left">Muslim ialah orang yang berserah diri, patuh, dan tunduk. Maksudnya adalah orang yang komitmen dengan Islam serta menyerahkan diri dan hatinya kepada Allah dalam segala hal. Allah berfirman,</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="left"><i>Dan siapakah yang lebih haik agamanya daripada orang yang ikhlas menyerahkan diri kepada Allah sedang dia pun mengerjakan kebaikan </i>(An-Nisa‘: 125).</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="left"><i>Katakanlah, “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semess alam. Tiada sekutu bap-Nya dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku, dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri kepada Allah.&#8221; </i>(Al-An’am: 162-163)</p>
<div align="left"></div>
<p class="MsoNormal" align="left">Tanpa ketundukan dan penyerahan diri kepada Allah dalam keputusan hukumnya, tidak disebut Islam.</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="left"><i>Maka demi Tuhanmu, mereka dada hakikatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya. (An-Nisa’:65)</i></p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="left">Hukum Allah hanya diketahui dengan perantara wahyu jika itu disampaikan oleh Rasulullah Saw. yang jujur dan amanah.</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="left">Hukum-hukum syar’i adalah perintah-perintah dan larangan-larangan Allah yang dijelaskan dalam kitab-Nya dan Sunah Rasul-Nya, baik yang tersurat maupun tersirat, berupa ijmak atau qiyas.</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="left">Setelah kami jelaskan makna <i>marji’, </i>Muslim, dan hukum secara ringkas, maka kami akan kembali menerangkan arti <i>ruju’, </i>bagaimana ia terjadi dan apa dalilnya.</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="left">1. Kembalinya Muslim kepada Al-Quran dan Sunnah untuk mengetahui hukum dan mengambil keputusan saat terjadi perselisihan, merupakan prinsip yang tidak bisa diperselisihkan di antara kaum Muslimin, namun kembali <i>(ruju’) </i>pelaksanaannya sebagai berikut:</p>
<div align="justify">
<ol>
<li>Kadang dilakukan secara langsung, yaitu dengan kembalinya seorang ulama yang ahli kepada Kitabullah dan Sunah Rasul-Nya untuk mengambil hukum secara langsung dari keduanya. Inilah yang dimaksud dengan firman Allah Swt.,<i><br />
</i></li>
</ol>
</div>
<p class="MsoNormal" align="justify"><i>Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Quran) dan Rasul (Sunah), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian </i>(An-Nisa‘: 59).</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="left">Para ulama mengatakan bahwa maknanya adalah kernbali kepada Al-Quran dan Sunah. Allah berfirman,</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="left"><i>Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keaman-an atau ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Sekiranya mereka menyerahkan kepada Rasul dan ulil amri di antara mere-ka, tentu orang-orang akan dapat mengetahuinya dari mereka (Rasul dan ulil amri) </i>(An-Nisa: 83).</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="left">Orang alim yang kapabel, maksudnya adalah orang yang telah mencapai derajat <i>nazhar </i>(berpikir, mempertimbangkan).</p>
<div align="justify">
<ol>
<li>Tidak langsung, yaitu bagi orang yang tidak mempunyai keahlian untuk mencermati Kitabullah dan Sunah Rasul-Nya, serta belum sampai kederajat pemahaman yang dapat membantunya mengambil hukum secara lang-sung. Ini hanya terjadi pada kalangan awam dari orang-orang buta huruf dan semisalnya. Perantara mereka kembali kepada Kitabullah dan Sunah Rasul-Nya untuk mengetahui hukum Allah dalam suatu persoalan adalah para ulama. Hal itu diambil dari firman Allah,</li>
</ol>
</div>
<p class="MsoNormal" align="justify"><i>Maka bertanyalah kepada orang yang mern punyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui </i>(An-Nahl: 43).</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="left"><i>Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka sekelompok orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya supaya mereka dapat menjaga dirinya. </i>(At-Taubah: 122)</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="left">Sebagaimana para sahabat telah sepakat akan hal itu. Dahulu orang-orang awam meminta fatwa kepada mereka, kemudian mereka pun menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dan tidak ada seorang pun yang mengingkari. Orang yang awam tidak boleh meminta fatwa kecuali kepada orang yang menurut pertimbangan yang kuat, termasuk ahli takwa. Apabila di negeri itu terdapat beberapa orang mujtahid, maka ia boleh bertanya kepada siapa saja yang ia inginkan di antara mereka, tidak harus menanyakannya lagi kepada yang lebih tahu, sebab boleh bertanya kepada orang yang utama, meskipun ada yang lebih utama.</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="left">2. Kembali (<i>ruju’) </i>bukan berarti kembali kepada teks harfiah sebagaimana yang tersurat dalam Al-Quran dan Sunah saja, seperti persangkaan sebagian orang. Ruju’lebih umum dari itu, sebagaimana dijelaskan oleh para ulama di berbagai buku mereka. <i>Ruju’ </i>mencakup kembali kepada nash dalam Al-Quran dan Sunah, atau dengan sesuatu yang direko-mendasikan oleh nash dalam Al-Quran dan Sunah, yakni berpegang kepada ijmak, qiyas, istidlal, atau dengan sesuatu yang disempurnakan oleh kaidah-kaidah umum, yang telah ditunjukkan oleh nash. Semua itu termasuk kembali kepada Alkitab dan Sunah.</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify">Al-Amidi (rahimahullah) saat menjelaskan dalil syar’i yang menjadi rujukan ulama untuk mengetahui hukum bagi masalah tersebut mengatakan bahwa dalil syar’i itu mungkin berasal dari Rasulullah Saw. Apabila demikian, ia tidak lepas dari dua kemungkinan, yaitu dari wahyu yang dibacakan atau bukan.</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify">Jika ia termasuk wahyu yang dibacakan, maka itu disebut Alkitab, namun jika dari wahyu yang tidak dibacakan, maka itu disebut Sunah. Jika bukan dari Rasulullah Saw., maka ia tidak lepas dari dua kemungkinan: mungkin dari sesuatu yang sumbernya harus <i>ma’shum, </i>yang disebut ijmak, atau sesuatu yang tidak harus <i>ma’shum. </i>Apabila termasuk kate-gori sesuatu yang tidak harus <i>ma‘shum, </i>maka ia tidak lepas dari dua kemungkinan: mungkin bentuknya adalah sesua-tu yang diketahui kemudian dianalogikan dengan sesuatu yang telah lebih dahulu diketahui dan hukumnya berdasar-kan suatu hal yang menghimpun keduanya, atau bukan demikian. Apabila ia seperti yang pertama maka ia adalah qiyas, dan jika seperti yang kedua, itu disebut istidlal.</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify">Lebih lanjut beliau mengatakan bahwa masing-masing jenis ini – bagi kami – merupakan dalil munculnya hukum syar’i. Adapun pokoknya tidak lain adalah Al-Quran, karena ia kembali kepada firman Allah Swt. yang menentukan hukum-hukum. Sunah menerangkan tentang firman Allah Swt. dan hukum-Nya. Sandaran dari ijmak kembali kepada keduanya. Adapun qiyas dan istidlal, intinya kembali kepada komitmen dengan apa yang dipahami dari nash atau ijmak. Nash dan ijmak merupakan pokok, sedangkan qiyas dan istidlal merupakan cabang yang mengikuti keduanya.</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify">3. Kembali secara langsung kepada Al-Quran dan Sunah untuk mengetahui hukum yang benar dan memahami nash-nash dengan benar, tidakberlaku mutlak hagi semua ulama. Tidak setiap ulama mampu melakukan itu, mengingat kemampuan mereka juga berbeda-beda. Tidak semua ulama sama dalam memahami lafadz-lafadz Al-Quran, meskipun jelas keterangannya dan terperinci ayat-ayatnya. Perbedaan tingkat pemahaman merupakan hal yang tidak perlu diperdebatkan. Di samping itu, kesiapan ilmiah dan orientasi orang juga berbeda-beda. Hanya sedikit orang yang dapat memenuhi syarat-syarat pemahaman secara sempuma. Karena itu, di antara ulama tafsir yang tepercaya, pemahaman dan tafsirnya pun kita dapati tidak demikian. Bahkan kita dapati juga pad a <i>salafusaleh </i>dari kalangan tabi’in dan orang-orang sesudah mereka. Kalangan para sahabat pun ada orang-orang yang lebih layak untuk diambil pemahaman dan penafsirannya dibanding yang lain. <i>Itu adalah karunia Allah yang diberikan-Nya kepada siapa saja yang dikehendaki, Allah adalah Dzat yang mempunyai karunia yang besar.</i></p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify">Oleh karena itu, salah satu syarat yang asasi bagi orang yang hendak memikirkan kandungan Kitabullah untuk memahami nash-nashnya, mentadaburi ayat-ayatnya, dan menggali hukum-hukumnya adalahh dengan mengetahui kaidah-kaidah bahasa Arab dengan tidak mengada-ada dan tidak ceroboh.</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify">Perlu diketahui bahwa sunatullah yang telah berlaku adalah setiap rasul diutus dengan menggunakan bahasa kaumnya agar dapat berbicara dengan mereka secara baik. Allah berfirman,</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify"><i>Kami tidak mengutus seorang rasul pun, melainkan dengan bahasa kaumnya, supaya ia dapat memberikan penjelasan dengan terang kepada mereka </i>(Ibrahim: 4).</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify">Kitab suci yang diturunkan kepada rasul itu pun dengan bahasanya dan bahasa kaumnya. Jika bahasa Nabi Muham-mad Saw. adalah bahasa Arab, maka kitab suci yang diturunkan kepadanya juga dengan bahasa Arab. Dengan (bahasa Arab) itu pula Dzat yang menetapkan turunnya Al-Quran berfirman,</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify"><i>Sesungguhnya Kami telah menurunkannya berupa Al-Quran dengan berbahasa Arab agar kamu memahaminya </i>(Yusuf; 2).</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify"><i>Dan sesungguhnya Al-Quran ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam. Dia dibawa turun oleh Ruhul Amin (Jibril) ke dalam hatimu (Muhammad), agar kamu menjadi salah seorang di anta-ra orang-orang yang memberi peringatan. Dengan bahasa Arab yang jelas. </i>(Asy-Syu’ara’: 192-194), sehingga lafadz-lafadz Al-Quran itu pun berbahasa Arab.</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify">Segi-segi makna dalam Al-Quran bersesuaian dengan segi-segi makna pada orang-orang Arab. Oleh sebab itu, pema-haman terhadap Al-Quran harus sesuai dengan kaidah-kaidah bahasa Arab dan segi-seginya. Hal ini merupakan asas yang dilalui oleh para pendahulu kita, diikuti oleh umat. Dipertegas juga oleh Asy-Syahid Al-Banna, yang memberikan kaidah dalam memahami Kitabullah saat ini, agar tidak tergelincir sebagaimana terjadi di masa-masa keterbukaan dan perkembangan Islam, masa kemalasan, kebekuan, dan kelesuan ilmiah yang menimpa umat Islam belakangan ini berupa simbol-simbol tasawuf, penafsiran-penafsiran fiqh, dan kedangkalan ilmiah, tidak mendalam. Berkenaan dengan hal ini, Mujahid, imam ahli tafsir berkata, “Tidaklah halal bagi sese-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari akhir berbi-cara mengenai Kitabullah, bila ia tidak mengetahui bahasa Arab.&#8221;</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify">Apabila Anda telah mengetahui hal itu maka ketahuilah bahwa Al-Quran ada dua bagian: yang pertama, telah ada penafsiran dari orang yang dapat diakui tafsimya. Sedangkan yang kedua tidak demikian.</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify">Bagian <i>pertama </i>ada tiga kemungkinan: mungkin diriwayat-kan dari Nabi Saw., dari para sahabat, atau dari tokoh-tokoh tabi’in.</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify">Kemungkinan yang pertama perlu diteliti kesahihan sanadnya.</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify">Kemungkinan kedua, penafsiran sahabat perlu diperhatikan. Jika menafsirkannya dari segi bahasa, maka mereka adalah ahli bahasa, sehingga tidak ada keraguan untuk dijadikan pegangan. Jika menafsirkannya dengan hal-hal yang disaksikannya, berupa sebab-sebab turunnya dan hal-hal lain yang menyertainya, ini juga tidak diragukan. Pada tataran ini, jika penafsiran-penafsiran sekelompok orang dari para sahabat bertentangan, namun dapat dikompromikan, itulah yang diha-rapkan. Namun jika tidak dapat, maka perkataan Ibnu Abbas-lah yang didahulukan. Sebab Nabi Saw. telah memberikan kabar gembira kepadanya akan hal itu saat beliau Saw. ber-sabda, <i>Ya Allah, karuniakanlah dia kepahaman dalam agama dan ajarkanlah kepadanya tafsir.</i></p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify">Jika sulit dikompromikan, maka bagi yang memiliki kapasitas untuk berijtihad boleh mengambil mana saja yang ia kehendaki.</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify">Adapun kemungkinan ketiga, yaitu penafsiran dari tokoh-tokoh tabi’in. Apabila mereka tidak menisbatkannya kepada Nabi Saw., maka – bagi pengkaji – hal-hal yang diperbolehkan dalam masalah terdahulu. Demikian pula di sini, dan yang paling tepat adalah ijtihad.</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify"><i>Kedua, </i>bagian yang tidak ada riwayat dari para mufasir tentangnya. Ini sangat sedikit. Adapun cara memahaminya adalah memperhatikan <i>mufrodat </i>(kosakata) lafal-lafal dari bahasa Arab, maksud, dan penggunaannya sesuai dengan konteks kalimat.</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify">Demikian itu karena poros pemahaman Al-Quran dalam hal yang tidak ada nash tentangnya didasarkan kepada kaidah-kaidah bahasa Arab, baik dilihat dari segi satuan-satuan lafal maupun susunannya dalam kalimat.</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify">Dari segi satuan lafal (kosakata), terbagi menjadi tiga segi:</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify">a. Dari segi makna yang ditetapkan dari kata-kata tunggal beserta sinonimnya, hal ini berkaitan dengan ilmu bahasa Arab.</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify">b. Dari segi struktur dan bentuk-bentuk yang terdapat dalam kosakata kata yang menunjukkan berbagai makna. Inilah ilmu sharaf <i>(tashrif).</i></p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify">c. Dari segi kembalinya kata bentukan kepada kata dasar, yaitu ilmu <i>isytiqaq.</i></p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify">Atau dapat juga dari segi susunannya (morfologi), dapat dilihat dari empat segi:</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify">a. Dengan mengetahui cara menyusun kata-kata menurut <i>i’rab-nya </i>dan mengimbanginya, jika dilihat dari kemampuannya mendatangkan makna asal, yaitu sesuatu yang ditunjuk oleh lafal yang disusun menurut letaknya (jabatan masing-masing kata dalam kalimat), dan ini berkaitan dengan ilmu nahwu.</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify">b. Dengan memandang cara menyusun kata-kata dari segi makna yang diberikan, yakni yang menyertai makna asal, yang berbeda-beda sesuai situasinya dalam susunan para ahli balaghah. Inilah tugas ilmu <i>ma’ani </i>untuk memperlihatkan keindahannya.</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify">c. Dengan memandang cara menyampaikan tujuan, sesuai dengan kejelasan dalil, hakikat, dan tujuannya; dengan melihat segi-segi hakikat dan majaznya, <i>isti’arah </i>(personifikasi) dan <i>kinayah </i>(perumpamaan), maupun <i>tasybih </i>(pemisalan)nya. Ini berkaitan dengan ilmu bayan.</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify">d. Dengan memandang kefasihan lafal, makna, istihsan, dan yang mengimbanginya, ini berkaitan dengan ilmu badi’.</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify">Itulah dasar-dasar yang perlu diperhatikan untuk memahami Kitabullah, baik dalam menafsirkan maupun menggali hukum-hukum syar’i aplikatifnya.</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify">Apabila tidak berpegang pada dasar-dasar ini, orang yang hendak mengemukakan pandangannya mengenai Kitabullah akan terjerumus ke dalam <i>takaluf </i>dan <i>ta’asuf </i>yang secara syar’i diperingatkan dalam sabda Nabi Saw., <i>Aku dan orang-orang yang saleh di antara umatku berlepas diri (jauh) dari takaluf (mengada-ada).<a href="http://beranda.blogsome.com/2006/05/19/kembali-kepada-al-quran-dan-sunnah/#_ftn1" title="_ftnref1" rel="nofollow" name="_ftnref1"><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><b>[1]</b></span></a></i></p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify"><i>Takaluf </i>adalah membebani diri dengan hal-hal yang berat (memperberat diri) dan menjatuhkan perkara yang berlawanan dengan adat. Karena itu <i>takaluf </i>juga dipakai untuk orang yang mengerjakan sesuatu yang tidak bermanfaat</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify">Membicarakan makna Al-Quran yang tidak ada nash tentangnya dan hanya berpegang pada pendapat tanpa bersandar kepada ilmu tentang bahasa Arab termasuk <i>takaluf. </i>Tentang hal ini Imam Syafi’i berkata, ”Orang yang tidak mengetahui hal ini dari bahasa orang Arab, padahal dengan bahasa Arab itulah Al-Quran dan Sunah diturunkan, kemudian memaksakan pendapatnya dalam ilmu bahasa Arab, berarti ia memaksakan sesuatu yang sebagiannya tidak ia ketahui. Barangsiapa memaksakan sesuatu yang tidak diketahui dan sesuatu yang belum dibuktikan oleh pengetahuannya, maka kesesuaiannya dengan kebenaran – jika memang sesuai – dari arah yang tidak diketahuinya adalah kesesuaian yang tidak terpuji.” <i>Wallahu a’lam. </i></p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify">Kekeliruannya tidak ditoleransi bila ia berbicara tentang sesuatu yang ia sendiri tidak mengetahui mana yang salah dan mana yang benar.</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify">Imam Syathibi berkata, “Apa yang dikatakannya itu benar, sebab berbicara mengenai Al-Quran dan Sunah tanpa ilmu berarti <i>takaluf. </i>Padahal kita dilarang <i>takaluf, </i>ini termasuk dalam pengertian hadits, <i>Hingga apabila tidak ada lagi orang yang berilmu, maka orang akan mengangkat pemimpin-pemimpin yang bodoh.”</i>Apabila mereka tidak menguasai bahasa Arab dan sebagai rujukannya dalam memahami Kitabullah dan Sunah Nabi-Nya, maka ia akan merujuk kepada pemahaman <i>ajam </i>dan akalnya semata yang tidak berpegang kepada suatu dalil sehingga ia menyimpang dari kebenaran.</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify">Masing-masing dari <i>takaluf </i>dan <i>ta’asuf </i>adakalanya terjadi dengan melemparkan sesuatu yang dimaksudkan dan diingin-kan oleh lafadz atau kalimat-kalimat Al-Quran kepada sesuatu yang tidak dimaksudkan dan tidak pula dikehendaki.</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify">Hal inilah yang sering terjadi di kebanyakan kalangan ahli bid’ah. Mereka meyakini suatu mazhab yang bertentangan dengan kebenaran yang dianut oleh kelompok moderat, yang tidak pernah bersatu di atas kesesatan – seperti para pendahulu umat ini dan imam-imamnya. Mereka sengaja mengambil Al-Quran kemudian menafsirkannya sesuai dengan pandangan mereka sendiri. Terkadang berdalil dengan ayat-ayat untuk mendukung mazhab mereka, padahal ayat-ayat terse-but tidak menunjukkan akan hal itu.</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify">Pada saat yang lain mereka menakwilkan ayat-ayat yang berlawanan dengan mazhab mereka, sesuatu yang mereka gunakan untuk mengubah perkataan dari tempat-tempatnya, adalah sebagaimana yang dilakukan orang-orang Khawarij, Rafidhah, Jahmiyah, Qadariyah, Murji’ah, dan lain-lain. Misal-nya pembicaraan mereka tentang masalah <i>asma’wa sifat, </i>melihat Allah, Al-Quran, sebagai makhluk, dan sejenisnya.</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify">Berbagai <i>takaluf </i>dan <i>ta’asuf </i>yang mereka lakukan terhadap nash-nash Al-Quran dan penafsirannya, sesuai dengan keya-kinan yang batil bagi masing-masing persoalan tersebut dan lainnya. Di antara pemutarbalikan makna Al-Quran dan seje-nisnya yang terburuk, penyebabnya adalah apa yang dikata-kan oleh para filosof, kaum Qaramithah, dan kaum Rafidhah, bahwa mereka telah menafsirkan Al-Quran dengan berbagai penafsiran yang membuat setiap orang berilmu tak habis pikir. Misalnya perkataan mereka tentang firman Allah,</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify"><i>Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa </i>(Al-Masad: 1). Menurut mereka, yang dimaksud ayat ini adalah Abu Bakar dan Umar.</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify">Kemudian tentang firman Allah,</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify"><i>Sesungguhnnya Allah berfi’rman bahwa sapi bet ina itu adalah sapi betina yang tidak tua dan tidak muda; pertengahan antara itu; maka kerjakanlah a pa yang diperintahkan kepadamu </i>(Al-Baqarah: 68). Kata mereka, ia adalah Aisyah r.a.</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify">Firman Allah,</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify"><i>‘Maka perangilah pemimpin orang-orang kafir itu’ </i>(At-Taubah: 12). Kata mereka, yang dimaksud adalah Thalhah dan Zubair…. Masih banyak lagi khurafat sejenis yang berisi penafsiran lafadz dengan sesuatu yang tidak dimaksud sama sekali oleh-nya, karena lafadz-lafadz ini sama sekali tidak menunjuk tokoh-tokoh di atas.</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify">Ketahuilah bahwa selamanya tidak boleh menafsirkan Al-Quran dengan semata-mata berdasar pada pendapat dan ijti-had, tanpa dasar ilmiah yang dapat dijadikan sandaran, karena firman-Nya Swt.,</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify"><i>Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya </i>(Al-Isra‘: 36).<i> </i></p>
<div align="left"></div>
<p class="MsoNormal" align="left"><i>Sesungguhnya setan it u banya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, serta mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui. </i>(Al-Baqarah: 169)</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify">Hal inilah yang mereka (para ulama) pahami dari sabda Nabi Saw., <i>Barangsiapa berkata tentang Al-Quran fanpa ilmu, hendaklah ia menempati tempat duduknya di neraka </i>(HR. Baihaqi dari sebagian hadits Ibnu Abbas).<a href="http://beranda.blogsome.com/2006/05/19/kembali-kepada-al-quran-dan-sunnah/#_ftn2" title="_ftnref2" rel="nofollow" name="_ftnref2"><!--[if !supportFootnotes]-->[2]</a><i><br />
</i></p>
<div align="justify"></div>
</p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><i>Barangsiapa berkata mengenai Kitabullah dengan pendapatnya sendiri kemudian tepat, maka ia telah bersalah. </i>(Dikeluarkan oleh Abu Daud dan Turmudzi yang mengomentarinya sebagai hadits gharib dari hadits Jundub).<a href="http://beranda.blogsome.com/2006/05/19/kembali-kepada-al-quran-dan-sunnah/#_ftn3" title="_ftnref3" rel="nofollow" name="_ftnref3"><!--[if !supportFootnotes]-->[3]</a></p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify">Agar seorang Muslim terbebas dari ancaman yang keras ini, maka ketika hendak mengemukakan pendapat mengenai Kitabullah dan membicarakan maknanya ia harus mendalami hal-hal berikut:</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify">1. Ilmu bahasa Arab yang cukup untuk hal itu, berupa ilmu-ilmu yang telah kami jelaskan pada keterangan terdahulu.</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify">2. Ilmu ushul fiqh untuk mengetahui batas segala sesuatu, bentuk-bentuk kalimat perintah, larangan, dan berita; <i>mujmal </i>dan <i>mubayan; </i>umum dan khusus; zahir dan <i>mudhmar; muhkam </i>dan <i>mutasyabih; mu’awal, haqiqah </i>dan <i>majaz; sharih </i>dan <i>kinayah; </i>mutlak dan <i>muqayad.</i></p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify">3. Ilmu-ilmu AI-Quran, <i>nasih </i>dan <i>mansuh, </i>sebab-sebab turunnya ayat, makna-makna <i>gharibul quran, </i>dan sebagainya.</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify">4. Ilmu-ilmu pendukung lainnya yang dapat dipergunakan untuk mengetahui istidlal dan istimbat.</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify">Demikian minimal ilmu yang diperlukan. Meskipun masih dalam keadaan yang mengkhawatirkan. Karena itu hendaknya hanya mengatakan bahwa ayat ini kemungkinan begini, dan tidak boleh memastikannya, kecuali mengenai suatu hukum yang terpaksa harus diputuskan fatwa tentangnya. Dalam hal ini ia boleh memastikan untuk tetap memperbolehkan penda-pat yang bertentangan dengannya di sisi Allah.</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify">Kemudian, dalam memahami Sunah hendaknya dikembalikan kepada tokoh-tokoh ahli hadits yang dapat dipercaya.</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify">Hal ini karena keseluruhan Al-Quran, lafadznya mutawatir. Adapun Sunah nabawiah, sangat sedikit yang mutawatir lafadznya. Atas dasar itu dilakukanlah sejumlah penelitian untuk mencapai hadits yang dapat diterima pemahaman hukum-hukum syar’inya. Para ulama bekerja sama untuk menjelaskannya dalam sebuah ilmu yang telah mereka bukukan, disebut ilmu <i>riwayah wa dirayah. </i>Sebuah ilmu yang sangat luas dan harus dipahami secara baik oleh setiap orang yang hendak mengkaji Sunah Rasulullah. Agar dengan perantaraan-nya ia dapat mencapai nash-nash nabawi dan dapat dijadikan pegangan untuk menjadi dasar serta dalil atas hukum-hukum syar’i.</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify">Adapun yang dimaksud, kembali kepada tokoh-tokoh ahli hadits yang dapat dipercaya adalah kembali kepada kitab-kitab tepercaya mereka, yang membicarakan tentang sumber yang satu ini. Melalui kitab-kitab mereka itulah, seorang Mus-lim dapat mengenali kesahihan hadits dan orang-orang yang ahli dalam bidang <i>jarh wa ta’dil </i>(menentukan cacat dan tidak-nya seorang rawi hadits).</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="left">Para ulama Islam telah menghimpun hadits-hadits sahih dalam kitab-kitab khusus, sebagaimana mereka telah menjelaskan hadits-hadits yang palsu dan hadits-hadits dhaif dalam kitab-kitab yang lain. Dengan menelaah kitab-kitab ter-sebut, berikut ketetapan para ulama hadits berkenaan dengan status hadits yang ada di dalamnya, berupa hadits sahih, dhaif, maupun <i>maudhu’, </i>maka seorang Muslim dapat mengetahui hadits-hadits tepercaya yang dapat diamalkan. Di antara buku-buku kumpulan hadits yang tepercaya dan terpenting adalah kitab-kitab induk yang enam, (sesuai urutan yang terpenting) adalah: <i>Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Jami’Turmudzi, Sunan Abu Daud, Sunan Ibnu Majah, </i>dan <i>Sunan Nasa’i. </i>Demikian pula <i>Muwatha’Imam Malik, Musnad Imam Ahmad, </i>dan kitab-kitab ter-kenal lainnya. Adapun yang paling sempurna di antara semua itu adalah <i>Sahih Bukhari, </i>sebuah kitab paling sahih yang telah disepakati oleh ahli ilmu sesudah <i>Kitabullah, </i>kemudian selanjutnya <i>Shahih Muslim. </i></p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify">Ketika berkaitan dengan Sunah disyaratkan juga mengetahui bahasa Arab. Bahkan bahasa Arab merupakan salah satu alat untuk memahami Sunah Rasulullah Saw., karena ia diucapkan oleh orang Arab yang paling fasih dan balig, yaitu Muhammad bin Abdullah Saw. la menjelaskan Kitabullah yang diturunkan dengan bahasa Arab yang nyata.</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify">Oleh karena itu, pemahaman terhadap bahasa Arab termasuk hal-hal yang asasi untuk memahami Sunah nabawiah. Segala yang diperlukan untuk memahami nash-nash Al-Quran, juga diperlukan untuk memahami Sunah Rasulullah Saw. Hal itu seperti ilmu ushul fiqih dan cabang-cabangnya. Oleh sebab itu, semua harus dikuasai.</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify">Akhirnya, para pendahulu umat ini merasa perlu ada beberapa ilmu yang dibukukan, karena ia bagai kunci untuk mema-hami Kitabullah dan Sunah Rasulullah Saw. Karena itu, ia menjadi wajib bagi pengkaji Kitabullah dan Sunah Rasulullah Saw. untuk mengetahui dan memahaminya dengan baik sesuai dengan kaidah, sesuatu yang suatu kewajiban tidak sempurna kecuali dengannya maka ia adalah w ajib. Ilmu-ilmu tersebut adalah:</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify">1. Ilmu-ilmu Al-Quran.</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify">2. Ilmu-ilmu hadits, dirayah, dan riwayah.</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify">3. Ilmu-ilmu bahasa Arab dan metode berbicara yang ada di dalamnya.</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify">4. Ilmu ushul fiqih.</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify">Karena itu seorang Muslim yang hendak mengkaji Kitabullah dan Sunah Rasul-Nya harus memahami ilmu-ilmu tersebut dengan baik, agar pemahamannya terhadap Al-Quran dan Sunah menjadi lurus dan mampu menggali hukum-hukum syar’i dari keduanya. <i>Wallahul-Muwaffiq.</i></p>
<div align="justify"></div>
<p><!--[if !supportFootnotes]--></p>
<hr size="1" width="33%" />  <!--[endif]--></p>
<p class="MsoFootnoteText"><a href="http://beranda.blogsome.com/2006/05/19/kembali-kepada-al-quran-dan-sunnah/#_ftnref1" title="_ftn1" rel="nofollow" name="_ftn1"><!--[if !supportFootnotes]-->[1]<!--[endif]--></a> Hadits ini dinukil oleh Sa’id Hawwa dalam tafsirnya, Juz 9/4812, dan disebutkan dalam <i>Shahihain </i>riwayat Ibnu Mas’ud r.a., beliau bersabda, &#8220;Wahai manusia, barangsiapa di antara kalian mengetahui suatu ilmu maka katakanlah, dan barangsiapa tidak mengetahui maka katakanlah, ‘Allahu A’lam.’ Allah berfirman kepada Rasul-Nya, <i>Katakanlah (hai Muhammad), Aku tidak meminta upah sedikitpun kepadamu atas dakwahku; dan bukanlah aku termasuk orang-orang yang mengada-adakan.&#8221; </i>(Shad: 86)</p>
<p class="MsoFootnoteText"><a href="http://beranda.blogsome.com/2006/05/19/kembali-kepada-al-quran-dan-sunnah/#_ftnref2" title="_ftn2" rel="nofollow" name="_ftn2"><!--[if !supportFootnotes]-->[2]<!--[endif]--></a> Dikeluarkan oleh Turmudzi dengan redaksi, <i>Barangsiapa mengatakan tentang Al-Quran dengan pendapatnya, hendaklah ia menempati kedudukannya di neraka. </i>Abu Isa menga-takan bahwa ini hadits hasan. Jilid 11/67 dari <i>‘Aridhaul Ahwadzi,</i></p>
<p class="MsoFootnoteText"><a href="http://beranda.blogsome.com/2006/05/19/kembali-kepada-al-quran-dan-sunnah/#_ftnref3" title="_ftn3" rel="nofollow" name="_ftn3"><!--[if !supportFootnotes]-->[3]<!--[endif]--></a> <i>Jami’Al-Ushul </i>2/3. Komentatornya mengatakan, &#8220;Dikeluarkan oleh Turmudzi no. 2953 tentang tafsir dan Abu Daud no. 3652 tentang ilmu, bab “Berbicara Tentang Kitabullah Tanpa llmu&#8221;. Dikeluarkan juga oleh Thabari dalam <i>Jami’ul Bayan </i>no. 80. Dalam sanadnya ada Suhail, tidak digunakan untuk berhujah oleh Bukhari, Amad, dan Abu Hatim.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/saptacrispy.wordpress.com/43/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/saptacrispy.wordpress.com/43/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/saptacrispy.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/saptacrispy.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/saptacrispy.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/saptacrispy.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/saptacrispy.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/saptacrispy.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/saptacrispy.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/saptacrispy.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/saptacrispy.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/saptacrispy.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/saptacrispy.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/saptacrispy.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/saptacrispy.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/saptacrispy.wordpress.com/43/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saptacrispy.wordpress.com&amp;blog=1860827&amp;post=43&amp;subd=saptacrispy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://saptacrispy.wordpress.com/2008/03/01/kembali-kepada-al-qur%e2%80%99an-dan-sunnah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3e42b81d3676a3dd59206ce63565e311?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sapta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Graduated Of Assalam Comunity</title>
		<link>http://saptacrispy.wordpress.com/2008/02/26/graduated-of-assalam-comunity-n-aimjerning-site/</link>
		<comments>http://saptacrispy.wordpress.com/2008/02/26/graduated-of-assalam-comunity-n-aimjerning-site/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Feb 2008 15:14:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sapta nugraha</dc:creator>
				<category><![CDATA[celoteh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saptacrispy.wordpress.com/?p=42</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu’alaikum warahmatullahi Wabarakatuhu pemberitahuan: kepada seluruh Alumni UKM As-Salam Darmajaya yang telah menyelesaikan studinya. kami beritahukan bahwa kita [ Alumni UKM Assalam Darmajaya] tepatnya pada tanggal 24 Februari 2008 jam 10:30 s.d 12:15 telah mengadakan reoni perdana yang menghasilkan keputusan membentuk Forum Komunikasi Alumni UKM As-Salam Darmajaya dengan nama Graduated Of Assalam Comunity&#8230; untuk lebih [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saptacrispy.wordpress.com&amp;blog=1860827&amp;post=42&amp;subd=saptacrispy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"> 				 				 					<img src="http://farm4.static.flickr.com/3077/2288493372_044942b997_m.jpg" align="left" border="2" height="120" hspace="2" vspace="2" width="240" />Assalamu’alaikum warahmatullahi Wabarakatuhu<br />
<b> pemberitahuan:</b><br />
kepada seluruh Alumni UKM As-Salam Darmajaya yang telah menyelesaikan studinya. kami beritahukan bahwa kita [ Alumni UKM Assalam Darmajaya] tepatnya pada tanggal 24 Februari 2008 jam 10:30<span></span> s.d 12:15 telah mengadakan reoni perdana yang menghasilkan keputusan membentuk Forum Komunikasi Alumni<span id="more-42"></span> UKM As-Salam Darmajaya dengan nama Graduated Of Assalam Comunity&#8230; untuk lebih lanjut dapat klik <a href="http://www.aimjerning.co.cc" title="mencoba untuk berbagi" target="_blank">http://www.aimjerning.co.cc</a> atau <a href="http://alumniassalam.co.cc" title="menjalin silaturahim" target="_blank">http://alumniassalam.co.cc</a> ( tetapi webnya belum ada isi masih dalam tahap belajar) karna yang buat juga newbi</p>
<div align="justify"></div>
</p>
<p align="left"><img src="http://farm3.static.flickr.com/2283/2288496358_a0e6d0de59_m.jpg" alt="my title" align="left" border="2" height="115" hspace="2" vspace="2" width="225" />Alhamdulillah akhirnya jadi juga website sederhana ini, buat yang sudah bantuin makasih dan untuk artikel-artikel yang sifatnya umum [ agama, computer grafis dan lainya ] bisa mengunjungi blog saya juga diwordpress dengan domain gratisan <a href="http://www.aimjerning.com" title="mencobauntukberbagi" target="_blank">http://www.aimjerning.co.cc</a> ( masih baru di buat jadi belum ada artikelnya, maklum baru belajar website, kebanyakan repair comp)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/saptacrispy.wordpress.com/42/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/saptacrispy.wordpress.com/42/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/saptacrispy.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/saptacrispy.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/saptacrispy.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/saptacrispy.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/saptacrispy.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/saptacrispy.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/saptacrispy.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/saptacrispy.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/saptacrispy.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/saptacrispy.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/saptacrispy.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/saptacrispy.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/saptacrispy.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/saptacrispy.wordpress.com/42/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saptacrispy.wordpress.com&amp;blog=1860827&amp;post=42&amp;subd=saptacrispy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://saptacrispy.wordpress.com/2008/02/26/graduated-of-assalam-comunity-n-aimjerning-site/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3e42b81d3676a3dd59206ce63565e311?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sapta</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farm4.static.flickr.com/3077/2288493372_044942b997_m.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://farm3.static.flickr.com/2283/2288496358_a0e6d0de59_m.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">my title</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ikhtilat Aktivis Dakwah, kenapa terjadi??</title>
		<link>http://saptacrispy.wordpress.com/2008/02/15/ikhtilat-aktivis-dakwah-kenapa-terjadi/</link>
		<comments>http://saptacrispy.wordpress.com/2008/02/15/ikhtilat-aktivis-dakwah-kenapa-terjadi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Feb 2008 00:19:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sapta nugraha</dc:creator>
				<category><![CDATA[OASE]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saptacrispy.wordpress.com/?p=40</guid>
		<description><![CDATA[Sebenarnya artikel ini sudah lama, tetapi menurutku bagus dan bukan masalah up to date nya berita atawa basi ceritanya… tapi karena ini menjadi permasalahan yang terus saja terjadi, klasik memang.. bukanya semakin mereda malah semakin menjadi… ibarat orang tu makin tua makin jadi. Hanya untuk mengingatkan bukan menggurui. Hanya ingin bersama-sama kembali menguatkan ikatan iman [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saptacrispy.wordpress.com&amp;blog=1860827&amp;post=40&amp;subd=saptacrispy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:black;">Sebenarnya artikel ini sudah lama, tetapi menurutku bagus dan bukan masalah up to date nya berita atawa basi ceritanya… tapi karena ini menjadi permasalahan yang terus saja terjadi, klasik memang.. bukanya semakin mereda malah semakin menjadi… ibarat orang tu makin tua makin jadi. Hanya untuk mengingatkan bukan menggurui. Hanya ingin bersama-sama kembali menguatkan ikatan iman untuk dakwah dengan mengindarkan berbagai penyakit hati, karena yang posting juga belum terhindar seluruhnya dari apa-apa yang nanti di bahas di bawah. akan tetapi berusaha untuk kuat agar terhindar.</span><span id="more-40"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:black;">Maaf klo dah pernah diposting</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Hudzaifah.org  &#8211; </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">&#8220;Dia  ikhwan  ya? Tapi kok kalau bicara sama akhwat dekat sekali???,&#8221;  tanya  seorang akhwat kepada temannya karena ia sering melihat seorang  aktivis rohis yang bila berbicara dengan lawan jenis, sangat dekat posisi tubuhnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">&#8220;Mbak,  akhwat  yang itu sudah menikah? Kok akrab sekali sama ikhwan itu?,&#8221; tanya  sang  mad&#8217;u  kepada  murabbinya karena ia sering melihat dua aktivis rohis  itu  kemana-mana  selalu  bersama sehingga terlihat seperti pasangan yang sudah menikah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">&#8220;Duh?  ngeri,  lihat  itu? ikhwan-akhwat berbicaranya sangat dekat??,&#8221; ujar seorang  akhwat  kepada  juniornya,  dengan  wajah  resah,  ketika  melihat ikhwan-akhwat di depan masjid yang tak jauh beda seperti orang berpacaran.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">&#8220;Si fulan itu ikhwan bukan yah? Kok kelakuannya begitu sama akhwat?,&#8221; Tanya seorang akhwat penuh keheranan.</span></p>
<p>  <span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Demikianlah  kejadian  yang  sering  dipertanyakan. Pelanggaran batas-batas pergaulan ikhwan-akhwat  masih  saja  terjadi  dan hal itu bisa disebabkan karena</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> <span>1.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">       </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Belum mengetahui batas-batas pergaulan ikhwan-akhwat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span>2.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">       </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Sudah mengetahui, namun belum memahami.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span>3.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">       </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Sudah mengetahui namun tidak mau mengamalkan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span>4.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">       </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Sudah mengetahui dan memahami, namun tergelincir karena lalai.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Dan  bisa  jadi  kejadian  itu disebabkan karena kita masih sibuk menghiasi penampilan luar kita dengan jilbab lebar warna warni atau dengan berjanggut dan  celana  mengatung,  namun  kita  lupa  menghiasi  akhlak.  Kita  sibuk berhiaskan  simbol-simbol  Islam  namun lupa substansi Islam. Kita berkutat menghafal materi Islam namun tidak fokus pada tataran pemahaman dan amal.</span></p>
<p>Sesungguhnya panggilan &#8216;ikhwan&#8217; dan &#8216;akhwat&#8217; adalah panggilan persaudaraan.&#8217;Ikhwan&#8217;  artinya  adalah  saudara  laki-laki,  dan &#8216;akhwat&#8217; adalah saudara perempuan.  Namun di ruang lingkup aktivis rohis, ada dikhotomi bahwa gelar itu  ditujukan  untuk  orang-orang yang berjuang menegakkan agama-Nya, yang islamnya  shahih,  syamil,  lurus  fikrahnya  dan akhlaknya baik. Atau bisa dikonotasikan  dengan jamaah. Maka tidak heran bila terkadang dipertanyakan ke-&#8217;ikhwanan&#8217;-nya   atau   ke-&#8217;akhwatan&#8217;-nya   bila   belum   bisa  menjaga batas-batas pergaulan (hijab) ikhwan-akhwat.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Aktivis sekuler tak lagi segan !!!Seorang  ustadz bercerita bahwa ada aktivis sekuler yang berkata kepadanya, &#8220;Ustadz,  dulu  saya  salut  pada  orang-orang  rohis  karena  bisa menjaga pergaulan ikhwan-akhwat, namun kini mereka sama saja dengan kami. Kami jadi tak segan lagi.&#8221;<br />
Ungkapan aktivis sekuler di atas dapat menohok kita selaku jundi-jundi yang ingin memperjuangkan agama-Nya. Menjaga pergaulan dengan lawan jenis memang bukanlah hal yang mudah karena fitrah laki-laki adalah mencintai wanita dan demikian  pula  sebaliknya.  Hanya dengan keimanan yang kokoh dan mujahadah sajalah yang membuat seseorang dapat istiqomah menjaga batas-batas ini.</span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Pelanggaran batas-batas pergaulan ikhwan-akhwat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Berikut ini adalah pelanggaran-pelanggaran yang masih sering terjadi:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> <span>1.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">       </span></span></span><!--[endif]--><b><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Pulang Berdua</span></b><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><br />
Usai  rapat acara rohis, karena pulang ke arah yang sama maka akhwat pulang bersama  di  mobil  ikhwan.  Berdua saja. Dan musik yang diputar masih lagu dari Peterpan pula ataupun lagu-lagu cinta lainnya.</span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span>2.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">       </span></span></span><!--[endif]--><b><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Rapat Berhadap-Hadapan</span></b><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Rapat  dengan  posisi  berhadap-hadapan  seperti  ini  sangatlah &#8216;cair&#8217; dan rentan  akan  timbulnya  ikhtilath.  Alangkah  baiknya  &#8211;  bila belum mampu menggunakan hijab &#8211; dibuat jarak yang cukup antara ikhwan dan akhwat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span>3.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">  </span></span></span><b><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span><span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">     </span></span></span></b><!--[endif]--><b><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Tidak Menundukkan Pandangan (Gadhul Bashar)</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span>      </span>Bukankah ada pepatah yang mengatakan, &#8220;Dari mana datangnya cinta? Dari mata turun  ke  hati&#8221;. Maka jangan kita ikuti seruan yang mengatakan, &#8220;Ah, tidak perlu  gadhul bashar, yang penting kan jaga hati!&#8221; Namun, tentu aplikasinya tidak  harus  dengan  cara  selalu  menunduk ke tanah sampai-sampai menabrak dinding.  Mungkin  dapat  disiasati  dengan melihat ujung-ujung jilbab atau mata semu/samping.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span>4.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">    </span></span></span><b><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span><span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">   </span></span></span></b><!--[endif]--><b><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Duduk/ Jalan Berduaan</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Duduk berdua di taman kampus untuk berdiskusi Islam (mungkin). Namun apapun alasannya,  bukankah  masyarakat  kampus tidak ambil pusing dengan apa yang sedang  didiskusikan  karena  yang  terlihat  di mata mereka adalah aktivis berduaan, titik. Maka menutup pintu fitnah ini adalah langkah terbaik kita.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span>5.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">   </span></span></span><b><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span><span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">    </span></span></span></b><!--[endif]--><b><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">&#8220;Men-tek&#8221; Untuk Menikah</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">&#8220;Bagaimana,  ukh?  Tapi  nikahnya  tiga  tahun lagi. Habis, ana takut antum diambil  orang.&#8221;  Sang ikhwan belum lulus kuliah sehingga &#8216;men-tek&#8217; seorang akhwat  untuk menikah karena takut kehilangan, padahal tak jelas juga kapan akan menikahnya. Hal ini sangatlah riskan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span>6.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">    </span></span></span><b><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span><span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">   </span></span></span></b><!--[endif]--><b><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Telpon Tidak Urgen</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Menelfon dan mengobrol tak tentu arah, yang tak ada nilai urgensinya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span>7.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><b><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span><span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span></span></b><!--[endif]--><b><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">SMS Tidak Urgen</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Saling  berdialog  via  SMS  mengenai hal-hal yang tak ada kaitannya dengan<br />
da&#8217;wah, sampai-sampai pulsa habis sebelum waktunya.</span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span>8.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">  </span></span></span><b><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span><span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">     </span></span></span></b><!--[endif]--><b><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Berbicara Mendayu-Dayu</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">&#8220;Deuu  si  akhiii,  antum  bisa aja deh?..&#8221; ucap sang akhwat kepada seorang ikhwan sambil tertawa kecil dan terdengar sedikit manja.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span>9.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">    </span></span></span><b><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span><span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">   </span></span></span></b><!--[endif]--><b><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Bahasa Yang Akrab</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Via  SMS,  via  kertas,  via  fax,  via  email ataupun via YM. Message yang disampaikan  begitu  akrabnya,  &#8220;Oke  deh Pak fulan, nyang penting rapatnya lancar  khaaan. Kalau begitchu.., ngga usah ditunda lagi yah, otre deh <!--[if gte vml 1]&amp;gt;                                                  &amp;lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="///C:/DOCUME%7E1/AIMJER%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/06/clip_image001.gif" alt="Senyum manis" height="18" width="18" /><!--[endif]-->.&#8221; Meskipun  sudah  sering  beraktivitas bersama, namun ikhwan-akhwat tetaplah bukan  sepasang  suami  isteri yang bisa mengakrabkan diri dengan bebasnya. Walau  ini  hanya  bahasa tulisan, namun dapat membekas di hati si penerima ataupun si pengirim sendiri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span>10.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">  </span></span></span><b><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span><span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></b><!--[endif]--><b><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Curhat</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">&#8220;Duh,  bagaimana ya?., ane bingung nih, banyak masalah begini ? dan begitu, akh?.&#8221;  Curhat  berduaan  akan  menimbulkan  kedekatan,  lalu  ikatan hati, kemudian  dapat  menimbulkan  permainan  hati yang bisa menganggu tribulasi da&#8217;wah.  Apatah lagi bila yang dicurhatkan tidak ada sangkut pautnya dengan da&#8217;wah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span>11.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">   </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span><b><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Yahoo Messenger/Chatting Yang Tidak Urgen</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">YM  termasuk  fasilitas.  Tidaklah  berdosa bila ingin menyampaikan hal-hal penting  di  sini.  Namun menjadi bermasalah bila topik pembicaraan melebar kemana-mana  dan  tidak  fokus pada da&#8217;wah karena khalwat virtual bisa saja terjadi.<br />
</span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span>12.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"></span></span></span><b><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span><span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">   </span></span></span></b><!--[endif]--><b><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Bercanda ikhwan-akhwat</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span>      </span>&#8220;Biasa  aza  lagi,  ukhtiii? hehehehe,&#8221; ujar seorang ikhwan sambil tertawa. Bahkan  mungkin  karena  terlalu  banyak  syetan di sekeliling, sang akhwat hampir saja mencubit lengan sang ikhwan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><b><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Dalil untuk nomor 1-5:</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;text-indent:-27pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span>a.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">         </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Rasulullah  SAW  bersabda,  &#8220;Barangsiapa  beriman kepada Allah dan hari akhir,  maka  jangan  sekali-kali dia bersendirian dengan seorang perempuan yang  tidak  bersama  mahramnya,  karena  yang  ketiganya  ialah  syaitan.&#8221; (HR.Ahmad)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;text-indent:-27pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span>b.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">         </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Allah  SWT  berfirman, &#8220;Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman, &#8216;Hendaknya   mereka  menahan  pandangannya  dan  memelihara  kemaluannya??&#8221;<br />
(QS.24: 30)</span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;text-indent:-27pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span>c.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">     </span></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Allah SWT berfirman, &#8220;Katakanlah kepada wanita yang beriman, &#8216;Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya??&#8221; (QS.24: 31)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;text-indent:-27pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span>d.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">       </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Rasulullah  SAW  bersabda,  &#8220;Pandangan  mata  adalah  salah  satu  dari panah-panah  iblis,  barangsiapa  menundukkannya  karena  Allah,  maka akan dirasakan manisnya iman dalam hatinya.&#8221;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;text-indent:-27pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span>e.</span></span><b><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span><span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span></span></b><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Rasulullah  saw. Bersabda, &#8220;Wahai Ali, janganlah engkau ikuti pandangan yang  satu  dengan  pandangan  yang  lain.  Engkau  hanya  boleh  melakukan pandangan  yang pertama, sedang pandangan yang kedua adalah resiko bagimu.&#8221; (HR Ahmad)<br />
</span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;text-indent:-27pt;">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Dalil untuk nomor 6-12:</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">&#8230;  Maka  janganlah  kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit di dalam hatinya&#8230;&#8221; (Al Ahzab: 32)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><br />
<b>Khotimah<br />
</b><br />
Di  dalam  Islam,  pergaulan  laki-laki  dan  perempuan  sangatlah  dijaga.<br />
Kewajiban  berjillbab,  menundukkan  pandangan,  tidak  khalwat (berduaan), tidak   ikhtilath  (bercampur   baur),   tidak   tunduk   dalam  berbicara (mendayu-dayu)  dan  dorongan  Islam untuk segera menikah, itu semua adalah penjagaan  tatanan  kehidupan  sosial  muslim  agar  terjaga kehormatan dan kemuliaannya.</span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Kehormatan   seorang   muslim   sangatlah   dipelihara   di   dalam  Islam, sampai-sampai  untuk  mendekati zinanya saja sudah dilarang. &#8220;Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.&#8221; (QS. Al Isra:32).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Pelanggaran  di atas dapat dikategorikan kepada hal-hal yang mendekati zina karena  jika  dibiarkan,  bukan  tidak mungkin akan mengarah pada zina yang sesungguhnya,  na&#8217;udzubillah.<br />
Maka,  bersama-sama  kita  saling  menjaga pergaulan  ikhwan-akhwat.  Wahai  akhwat?.,  jagalah para ikhwan. Dan wahai ikhwan?.,  jagalah  para  akhwat.  Jagalah  agar  tidak terjerumus ke dalam kategori mendekati zina.</span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">&#8220;Ya   Rabbi?,   istiqomahkanlah   kami  di  jalan-Mu.  Jangan  sampai  kami tergelincir  ataupun terkena debu-debu yang dapat mengotori perjuangan kami di  jalan-Mu,  yang  jika saja Engkau tak tampakkan kesalahan-kesalahan itu pada  kami  sekarang,  niscaya  kami tak menyadari kesalahan itu selamanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Ampunilah  kami  ya  Allah….  Tolonglah  kami  membersihkannya hingga dapat bercahaya kembali cermin hati kami. Kabulkanlah ya Allah…. &#8220;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Semoga tulisan ini bermanfaat sebagai intropeksi kita semua, bagaimana komentar antum/antuna</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Saya ambil dari http://myquran.org/forum/index.php/topic,11362.0.html<br />
</span></b></p>
<div align="right"><img src="http://farm3.static.flickr.com/2203/2269680407_ffbf8573ae_m.jpg" alt="hasil copy paste" align="bottom" height="21" width="124" /></div>
</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;text-indent:-27pt;">&nbsp;</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/saptacrispy.wordpress.com/40/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/saptacrispy.wordpress.com/40/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/saptacrispy.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/saptacrispy.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/saptacrispy.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/saptacrispy.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/saptacrispy.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/saptacrispy.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/saptacrispy.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/saptacrispy.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/saptacrispy.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/saptacrispy.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/saptacrispy.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/saptacrispy.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/saptacrispy.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/saptacrispy.wordpress.com/40/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saptacrispy.wordpress.com&amp;blog=1860827&amp;post=40&amp;subd=saptacrispy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://saptacrispy.wordpress.com/2008/02/15/ikhtilat-aktivis-dakwah-kenapa-terjadi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3e42b81d3676a3dd59206ce63565e311?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sapta</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farm3.static.flickr.com/2203/2269680407_ffbf8573ae_m.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">hasil copy paste</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
