Mencoba Untuk Berbagi

tak ada kebaikan yang sia-sia | teruslah berbagi kebaikan..

KENAPA TAKUT

Senin siang 4 februari 2008 setelah sholat dzuhur aku bernagkat pergi ke kampus tempat dulu kuliah. Karena memang ada janji dengan seseorang al akh untuk memberikan informasi binaan yang akan di berikan kepada beliau. Hari itu langsung menuju ke masjid, karena memang biasanya al akh tersebut ada di masjid ( beliau memang kerja di kampus tersebut) dan terkadang se-usai menunaikan shalat dzuhur menyempatkan diri untuk bincang-bincang dengan ADK untuk sekedar menyapa atau berdiskusi. Setelah di cari di masjid, rupanya sudah terlambat, mendapat informasi dari temen-temen ADK “katanya beliau sudah pergi bersama istrinya tadi”, yaaaah mau gimana lagi… coba untuk minta pulsa dan pinjam hp mad’u ( maklum HP habis di ambil orang tanpa ijin, dan belum sempat mencari gantinya [ dapahal memang belum da rezeki lagi heheheh…] ). Lagi-lagi susah untuk di hubungi dan katanya salah nomor.. bingung dan serba salah karena janji ke beliu sebelum asar sudah kasih tahu informasinya. Tidak kehilangan akal, terus mencari hingga ke ruang program studi system informasi…. Rupanya begitu Tanya “ada bapak ini (tidak usah di sebut ya namanya) ga?!!” ternyata pertanyaan tadi membuat orang bingung dan malah melihat ke arahku semua dan tetap diam, sambil meninggalkan ruangan keluar kata ketus ku “heh ni ruang orangnya kaga ada yang ramah.. di Tanya pada diem” tanpa peduli ada yang komentari celetusan kataku tadi…

Akhirnya memutuskan untuk esok hari jika bertemu dengan beliau, karena hari esoknya kebetulan punya acara juga untuk mahasiswa dan umum, yaitu Training sholat khusuk di kampus tersebut. Ceritanya menjadi salah satu anggota yang tergabung dalam traning tersebut, selanjutnya aku pergi menemui direktur WQ Fondation di konseling kampus untuk membicarakan acara training sholat, setelah menunggu beberapa saat akhirnya bersama direktu menuju lokasi aula tempat kegiatan dan mencoba untuk menata ruang.. tidak terasa adzan asar telah di kumandangkan dari masjid kampus. Aku mengajak direktur WQ untuk sholat di masjid. Turun dari lantai 4 ke lantai 3, tiba-tiba mata ini ingin Melihat ke depan tanpa memerhatikan anak tangga yang aku turuni. Benar saja, mataku melihat sosok saudariku yang telah berubah aneh tapi nyata, teman seperjuangan dakwah semasa masih kuliah. Posisi waktu itu aku berada di anak tangga lantai 3 menuju lantai 2 dan saudariku tersebut baru saja keluar dari perpustakaan ( dia masih mengurus untuk yudisium karena memang telat menyelesaikan tugas akhirnya) dan posisi dia baru saja mau menginjak anak tangga lantai 2 menuju dasar. Tanpa berfikir panjang karena memang kenal dan hampir 1 thn ga pernah ketemu, dari anak tangga lantai 3 aku tegur dia “ hai ukhti (sebenarnya aku langsung panggil nama, ga enak kalo disebutkan) apa kabar!!??”. Dengan reflek dia melihat kearah ku… dan apa yang terjadi.. dia kaget, menunduk dan langsung lari menuruni anak tangga dan berusaha menghindari siapa yang menegurnya tadi, dengan nada ngeles (mengindar) dia berbicara sendiri seolah sedang cepat mengurusi data-datanya. Aku dan direktur WQ tertawa, sampe-sampe geleng-geleng kepalaku hampir sampe depan pintu masjid karena sedih plus menyayangkan saja. Dia lari bukan karena aku berwajah seram atau pernah membuat sakit dia, lantaran dia malu, karena dulu beliau berpakaian rapi muslimah dan ikut aktif dalam dakwah kampus sekarang terlihat dengan celana jeans, jilbab gaul dan aneh (aneh ini ikut ambil komentar temen di rumah yang kebetulan pernah melihat dia (akhwat ini ) dari jauh berpakaian dan tingkah lakunya aneh). Sebab lain juga mungkin dia malu dan takut aku berkomentar. Sampai-sampai ketika di buru-buru turun dari anak tangga tadi keluar ucapanku ke dia “ kenapa harus malu sama aku, harusnya kamu lebih malu Allah yang melihat perubahanmu”.

Peristiwa ini yang membuat aku evaluasi kejadian-kejadian yang hampir sama dengan kejadian tadi di atas. ada yang kebetulan kepergok malam ramadhan berjalan berdua-an (berdua dalam tanda””), ada yang bermuka merah ketika berikhtilat, ada juga yang ketakutan ketika ada teman pinjam Hp (waktu masih punya) dan sudah minta-minta maaf kalo tadi dah ngobrol ma temen, padahal dia masih ngobrol ma temen itu karena hp temen itu abis pulsa dan nyambung pake HP ku ( jadi ketauan dia ketakutan) dan banyak lagi kejadian-kejadian aneh ……….

Ternyata benar perkiraan ku… aku terlalu menakutkan bagi saudara-saudaraku di kampus, karena sikap kerasku dalam berharokah … tapi yang jadi masalah justru bukan masalah itu. Kenapa harus malu ketika aku dan saudaraku yang sama-sama di barisan dakwah kampus yang manusia memandang dan melihat saat melakukan sebuah kesalahan, padahal Allah Maha melihat dan mengawasi tingkah laku kita. Serta apa saja yang selama ini di dapat dalam tarbiyah

Ya Allah kuatkan dia dan kembalikan pada kesadaran akan wajibat dia sebagai seorang muslimah dan aktivis dakwah.

by. G.sapta nugraha

Iklan

Filed under: celoteh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Nu Gaduh Blog

smoga mampu bangkit meraih mimpi

Copy Paste isi Artikel

seluruh isi artikel boleh di copy. dan sangat bersyukur ketika bisa dimanfaatkan

semoga blog ini bisa memberikan manfaat buat teman-teman di blog

Klik tertinggi

  • Tidak ada
%d blogger menyukai ini: