Mencoba Untuk Berbagi

tak ada kebaikan yang sia-sia | teruslah berbagi kebaikan..

KOMITMEN MUSLIM SEJATI

Buku ini terbagi atas dua bagian. Bagian pertama memaparkan karakteristik yang harus dimiliki oleh seorang muslim, sehingga ia bisa benar-benar menjadi muslim. Bagian ini menjelaskan syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh siapa saja yang menyatakan diri sebagai pemeluk Islam. Bagian pertama ini bertujuan menjawab semua pertanyaan dan menjelaskan apa tuntutan yang dikehendaki Islam dari setiap muslim agar pengakuannya sebagai muslim benar dan sunguh-sungguh. Adapun bagian kedua buku ini menjelaskan kewajiban memperjuangkan Islam dan berafiliasi kepada pergerakan Islam.

 

BAB PERTAMA

Saya Harus Mengislamkan Aqidah Saya

1. Syarat pertama dalam berkomitmen dan menisbahkan diri kepada Islam adalah : Aqidah seorang muslim harus lurus, jelas, dan benar, sesuai tuntunan Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah saw.

Seorang muslim tanpa aqidah yang benar tentunya tidak akan mampu membina dan merasakan komitmen terhadap Islam, karena aqidah yang tidak bersih akan tercemari oleh hal-hal yang melemahkan iman, iman yang lemah akan mempengaruhi segala aktivitas seorang muslim dalam hidupnya.

Oleh karena itu, agar saya dapat mengislamkan aqidah saya, maka wajib bagi saya untuk :
Mengimani bahwa pencipta alam semesta ini adalah Ilah yang Maha Bijaksana, Maha kuasa, Maha mengetahui, dan Maha Berdiri Sendiri. (Q.S. Al-Anbiya’ : 22)

2. Mengimani bahwa Al-Kholiq menciptakan alam semesta ini tidaklah sia-sia, karena Allah (SWT) adalah Dzat yang Maha sempurna. (Q.S. Al-Mu’minun : 115-116)

3. Mengimani bahwa Allah (SWT) swt telah mengutus para Rasul dan menurunkan kitab-kitab untuk memperkenalkan Dzat-Nya kepada manusia, tujuan penciptaan, asal dan tempat kembali manusia. (Q.S. An-Nahl : 36)

4. Mengimani bahwa tujuan diciptakannya manusia adalah untuk mengenal dan mengabdi pada Allah (SWT) swt. (Q.S. Adz-Dzariyat : 56-58)

5. Mengimani bahwa balasan bagi mu’min yang taat adalah jannah dan orang kafir adalah neraka. (Q.S. Asy-Syura : 7)

6. Mengimani bahwa manusia melakukan kebaikan maupun keburukan atas pilihan dan kehendaknya sendiri. Tapi untuk kebaikan juga dipengaruhi oleh Taufiq dari Allah (SWT) dan keburukan tidak ada paksaan dari Allah (SWT). (Q.S. Asy-Syams : 7-10, Al-Mudatsir : 38)

7. Mengimani bahwa pembuat hukum hanyalah hak Allah (SWT) yang tidak boleh dilangkahi, dan seorang muslim boleh berijtihad yang disyari’atkan oleh Allah (SWT). (Q.S. Asy-Syura : 10)

8. Mengetahui nama-nama dan sifat-sifat Allah (SWT). Dari Abu Hurairah ra : telah bersabda Rasulullah saw : “Sesungguhnya Allah (SWT) memiliki sembilan puluh sembilan nama, tidak seorangpun menghafalnya melainkan ia pasti masuk surga. Dan Dia (Allah (SWT)) itu witir dan mencintai yang witir.”(Bukhari dan Muslim)

9. Merenungkan ciptaan Allah (SWT) dan bukan Dzatnya. “Berfikirlah tentang ciptaan Allah (SWT) dan janganlah kalian berfikir tentang DzatNya, karena kalian tidak akan mampu menjangkauNya.”(Abu Nu’am dalam Al-Hilyah, dan Al-Asbahany dalam At-Targhib wa Tarhib)

10. Meyakini bahwa pendapat salaf lebih utama diikuti untuk menutup peluang ta’wil dan ta’thil (tidak memberlakukan makna dari sebuah lafadz) serta menyerahkan makna hakiki dari nama dan sifat Allah (SWT) itu hanya kepada-Nya. Ta’wil itu tidak boleh mengundang perdebatab yang berkepanjangan

11. Mengabdi kepada Allah (SWT) dengan tidak menyekutukanNya. (Q.S. An-Nahl : 36)

12. Merasa takut olehNya dan tidak merasa takut oleh selainNya. (Q.S. An-Nur : 52)

13. Berdzikir kepadaNya secara kontiniu. Dzikir pada Allah (SWT) merupakan obat spiritual yang ampuh dalam menghadapi tantangan zaman dan segala bencana yang menimpa kehidupan. (Q.S. Ar-Ra’d : 28, Az-Zukhruf : 36-37)

14. Mencintai Allah (SWT) sampai hati saya dikuasai olehNya dan terkait erat denganNya sehinggan mendorong saya untuk lebih baik dan rela berkorban di jalanNya. (Q.S. At-Taubah : 24)

15. Bertawakkal kepada Allah (SWT) dalam segala urusan saya. (Q.S. At-Thalaq : 3)

16. Bersyukur kepada Allah (SWT) atas nikmatNya yang tak terhitung. (Q.S. An-Nahl : 78, Yasin : 33-35, Ibrahim : 7)

17. Beristighfar kepadaNya secara kontiniu (dawam), karena dapat memperbaharui taubat, iman, dan menghapus dosa. (Q.S. An-Nisa’ :110, Ali-Imran : 135)

18. Menyadari bahwa diri saya selalu diawasi olehNya kapan saja dan di mana saja berada. (Q.S. Al-Mujadilah : 7)

Dari 18 hal yang wajib kita lakukan, yang paling utama adalah bagaimana semua hal tersebut mampu memperkuat komitmen kita terhadap Allah (SWT), Islam, dan hal-hal yang berkaitan dengannya sehingga akan membentuk karakter muslim yang berkomitmen tinggi sehingga apa saja yang menyangkut kebenaran dan kebaikan dapat dilaksanakan dan dipertanggungjawabkan sebaik-baiknya di dunia dan akhirat. Dan menjauhi segala perbuatan yang dapat menjerumuskan kita kepada hal-hal yang dapat membatalkan syahadatain kita seperti syirik, mendatangi dukun, atau percaya pada hal-hal tidak syar’i


Tujuan utama kita adalah Allah (SWT), maka mari kita luruskan niat dan perbaiki amal dan aktivitas kita hanya untuk Allah (SWT).

 

Saya Harus Mengislamkan Ibadah Saya

Di dalam islam ibadah merupakan puncak ketundukan dan pengakuan atas keagungan Allah (SWT). Ibadah merupakan tangga penghubung antara Al-Khaliq dengan makhlukNya. Ibadah yang kita lakukan haruslah dihadirkan hanya untuk Allah (SWT) karena kita adalah hamba yang harus selalu menghambakan diri kepada Allah (SWT). Agar saya dapat mengislamkan ibadah saya maka saya harus :

1. Menjadikan ibadah saya hidup dan bersambung dengan Allah (SWT)

2. Menjadikan ibadah saya khusyu’

3. Beribadah dengan hati yang penuh kesadaran dan menjauhkan pikiran tentang kesibukan dunia dan problematika yang ada di sekitarnya

4. Tidak pernah merasa puas dan kenyang dalam beribadah

5. Memelihara qiyamullail dan melatih diri agar terbiasa melakukannya (Q.S. Al-Muzzammil : 6, Adz-Dzariyat 17-18, As-Sajadah : 16)

6. Mempunyai waktu khusus untuk mengkaji dan merenungkan Al-Qur’an terutama di waktu subuh (Al-Isra’ : 78, Al-Hasyr : 21)

7. Menjadikan do’a sebagai mi’roj kepada Allah (SWT) dalam setiap urusan

 

Saya Harus Mengislamkan Akhlak Saya

Akhlak mulia adalah tujuan asasi dari risalah islamiyyah. Akhlak mulia harus dibuktikan dengan

perbuatan dan merupakan buah dari iman. Akhlak yang mulia terlahir dari ibadah. Di antara sifat-sifat penting yang harus dimiliki seseorang agar dapat mengislamkan akhlaknya adalah :

1. Bersikap wara’ dari segala hal yang syubhat

2. Menundukkan pandangan (Q.S. An-Nur : 30)

3. Menjaga lidah

4. Rasa malu

5. Lemah lembut dan sabar (Q.S Asy-Syura : 43, Al-Hijr : 85, As-Shad : 10, An-Nur 22, Al-Furqon : 63)

6. Jujur

7. Tawadhu’

8. Menjauhi prasangka, ghibah, dan mencari-cari aib orang islam

9. Murah hati dan dermawan

10. Qudwah hasanah

 

Saya Harus Mengislamkan Rumah Tangga Dan Keluarga Saya


Tidak cukup menjadi muslim sendirian, tanpa perdulu terhadap orang sekitar. Karena di antara ajaran islam, yang ingin ditanamkan pada jiwa manusia adalah sikap perduli, berda’wah, menasihati dan ghiroh terhadap orang lain. Untuk membentuk rumah tangga yang islami mamak hal yang perlu dilakukan antara lain :

1. Pernikahan yang saya lakukan harus karena Allah (SWT) (Q.S. Ali-Imran : 34)

2. Hendaknya tujuan pernikahan adalah untuk menjaga pandangan , memelihara kemaluan, dan bertakwa kepada Allah (SWT)

3. Saya harus pandai-pandai memilih pasangan

4. Saya harus memilih pasangan yang memiliki akhlak dan din yang baik

5. Saya tidak boleh menyalahi perintah Allah (SWT) dalam masalah ini dan saya harus takut pada murka Allah (SWT)

Setelah menikah, yang harus saya lakukan adalah :

1. Saya harus bersikap baik dan hormat kepadanya dalam pergaulan agar tercipta suasana saling percaya

2. Jangan hendaknya hubungan saya dengannya hanya sebatas hubungan biologis, tapi juga hubungan fikroh, mentalitas serta emosi (Thaha : 132, Maryam : 55)


Tanggung jawab mendidik anak juga harus kita islamkan agar anak memiliki mentalitas dan fikriyah yang kuat sehingga akan membentuk suatu keluarga yang islami.

Saya Harus Mengalahkan Hawa Nafsu


Manusia senantiasa bertarung dengan hawa nafsunya, sampai ia mengalahkannya atau hawa nafsu yang mengalahkannya, atau terus berlangsung sampai maut menjemput.


Tonggak-tonggak kemenangan dalam melawan hawa nafsu :

1. Hati, selama ia hidup, sadar, bersih, tegar, dan bersinar (Q.S. Al-Anfal : 2, Al-Haj : 47, Muhammad : 24)

2. Akal, selama ia dapat memandang, memahami, membedakan, dan menyerap ilmu yang dengannya dapat mendekatkan diri dengan Allah (SWT) (Q.S. Fathir : 28).

Manakala hati manusia mati atau membatu, manakala akalnya padam, semakin banyaklah pintu syetan masuk ke dalam dirinya. (Q.S. Al-Mujadilah : 19), yaitu penyakit was-was yang dapat menghalang-halangi kita di jalan Allah (SWT).


Hal-hal yang dapat membentengi diri dari syetan :

1. Menjauhi kekenyangan dan makan yang kelewat batas

2. Membaca Al-Qur’an, dzikrullah, dan istighfar

3. Membuang jauh sifat terburu nafsu dan bersikap tenang terhadap keadaan apapun



Saya Harus Yakin Bahwa Hari Esok Milik Islam


Saya harus yakin bahwa hari esok adalah milik islam dan islam harus menjadi satu-satunya manhaj yang dapat memimpin dan membimbing manusia ke jalan yang benar. Kita juga harus yakin bahwa produk manusia memiliki kekurangan, dan hanya islam yang mampu mengatur seluruh aspek kehidupan sehingga islam harus menjadi agama yang rahmatan lil ‘alamin. Islam merupakan manhaj yang tunggal, integral, mondial, fleksibel, dan robbaniyah sehingga islam akan mampu mengatur kehidupan umat manusia. Keyakinan saya didorong oleh beberapa hal :

1. Rabbaniyah Manhaj Islam


Manhaj Islam yang bercorak ketuhanan adalah suatu sibghah (konsep agama) yang menjadikannya terdepan dibandingkan dengan seluruh sistem positif produk manusia dan memiliki spesifikasi unik untuk tetap bertahan dan memberikan manfaat di setiap zaman, tempat, dan di kawasan mana pun.


2. Universalitas manhaj Islam


Merupakan perwujudan warna humanisme, konkretisasi dari warna keterbukaan dan kemampuan untuk memikul tanggungjawab keterbukaan ini. Warna ini menjadikannya meninggalkan sentimen sempit terhadap ras, nasionalisme, gender, atau keturunan.


3. Elastisitas Manhaj Islam


Yaitu warna yang memberinya kemampuan untuk menampung segala problema kehidupan yang berubah-ubah, bervariasi, dan bermacam-macam. Warna yang melapangkan tempat untuk berijtihad dalam menyimpulkan hukum-hukum berkenaan dengan masalah-masalah yang tidak ada nashnya, melalui metode qiyas atau mempertimbangkan mashlahah mursalah, istihsan, dan argumen lain yang diakui syara’


4. Kelengkapan manhaj Islam


Yaitu warna yang membedakannya dari sistem “bumi” serta tatanan-tatanan buatan lainnya yang memiliki tujuan terbatas. Manhaj Islam adalah sistem yang diberikan oleh Al-’Alim dan Al=Khabir, yaitu Allah (SWT) Yang Mahatahu segala urusan manusia, apa saja yang dibutuhkan manusia, apa saja yang merupakan maslahat manusia, dan sebagainya.

5. Keterbatasan Sistem-sistem “wadh’iyah” (buatan manusia)

Sistem buatan manusia memiliki banyak keterbatasan dalam tataran aplikatifnya.

di ambil dari buku : Komitmen Muslim Sejati [ FATIYAKAN]

 

 

Iklan

Filed under: Resensi Tarbiyah

22 Responses

  1. fathimah azzahra berkata:

    Afwan sebelumnya akh, ana udah ambil resensi tentang Komitmen Muslim Sejati yang antum buat tanpa izin dulu. Ana dapat tugas dadakan untuk ngisi adik2 binaan tentang itu. Mungkin karena sudah sangat lama mengenal buku ini, ana sampai lupa pernah punya atau ga buku ini. Mau pinjam ke teman ga punya waktu lagi, akhirnya ana cari-cari di internet aja, siapa tau ada yang buat resensinya dan alhamdulillah ketemu. Kalau tanpa bantuan resensi, rasanya sulit bagi ana untuk memberikan materi itu, apalagi harus dibantu hand out, bukan hanya sekedar ngomog… Sekali lagi, afwan ya akh dan Jazakallah khoiron katsir atas keizinannya…

    • sapta nugraha berkata:

      tafadhol ya ukhti, silahkan di ambil… Alhamdulillah jika resensi ini bisa di gunakan maksimal dan untuk perjuangan dakwah… 🙂

  2. Alrazi berkata:

    Assalamu’alaikum….
    Afwan, ana ambil resensi buku komitmen muslim sejati yang antum bwat….
    Jazakallah…

  3. lukmawan berkata:

    aslmkum.afwan akh ana ambil resensi nya untuk dijadikan tugas ana di kampus.jzk akh

  4. Akhuna Beni berkata:

    assalamu’alaikum.Akh,af1 tnpa seizin antm ana download hlm ini..”,Insyaallah resensi ini juga buat dijadikan tugas di kampus..”,sama dgn Akhuna Lukmawan jg,hehe..Jazakallah y Akhi..”.Wslm

  5. andi berkata:

    aslmkm. ikutan ma yang lain, donlot.
    thanks

    • sapta nugraha berkata:

      walaikumussalam… silahkan jika antum semua mau download materi itu… ane malah seneng resensi bisa dimanfaatkan… 😀

  6. Angga berkata:

    jzakallah. umm, tapi bagian dua nya??

  7. riska berkata:

    syukron atas resensinya..bisa meringankan tugas..

  8. ika berkata:

    Jazakumullahu khoir akh

  9. zahra berkata:

    afwan seblumnya.. an izin copas yaa.. syukron 🙂

  10. abd wahid berkata:

    afwan.sebelumnya…ana izin untuk mendownload hlm ini. karna juga untuk keperluan tugas liqo.
    jazakallah ya Akhi Wslm

  11. Rahmi Rahmatillah berkata:

    assalamu’alaikum….
    sebelumnya terimakasih, saya ikut ambil resensi karena tugas di kampus yang mepet…. maaf sekali…
    syukron jazakillah….

  12. abi berkata:

    maaf saya ikutan ng-copy untuk keperluan tugas…

  13. abu kahfi berkata:

    izin copy yah,syukron

  14. wahyu berkata:

    assalamu’alaikum, afwan ya akh, ijin ngopy resensinya insya allah untuk kpentingan dakwah….
    syukron jazakallahu khoir…..

  15. msolekhun berkata:

    ana juga ikut ambil bagian akh jazakaallah

  16. alimoel berkata:

    mohon maaf sudah ikut mengutip tulisan resensi ini, jazakillah sblm jg sedudahnya sdh mau berbagi….

  17. Nouri Aurora berkata:

    yang bab 2 nya mana?

    • sapta berkata:

      jazakallah untuk smua yg sudah ambil manfaat arikel ini… tafadhol klo mau copas… untuk bab 2 memang belum na update… maklum ini juga sudah berapa taun tdak saya update 😀

  18. syamsul anwar berkata:

    ijin ngopy jg akh, jazakallah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Nu Gaduh Blog

smoga mampu bangkit meraih mimpi

Copy Paste isi Artikel

seluruh isi artikel boleh di copy. dan sangat bersyukur ketika bisa dimanfaatkan

semoga blog ini bisa memberikan manfaat buat teman-teman di blog

Klik tertinggi

  • Tidak ada
%d blogger menyukai ini: