Mencoba Untuk Berbagi

tak ada kebaikan yang sia-sia | teruslah berbagi kebaikan..

Belajar dari ISLAM

“Abang!!! kok pagi-pagi betul berangkatnya, ini kan masih jam 07:00?…. bukanya jam 08:00 mulai acaranya, paling-paling juga ntar jam 08:00 berubah menjadi 08:30 atau malah bisa jadi jam 09:00” cetus Reya pada abangnya. Sambil membereskan apa-apa saja perlengkapan yang akan di bawa dalam acara kampus, tersenyum mendekati dan duduk tepat disamping adek satu-satunya dan menjawab dengan penuh ramah.” Reya adikku yang cantiiik… kita harus belajar sabar, untuk sebuah keberhasilan, ketepatan waktu itu butuh pengorbanan dan ke-istiqomahan jangan jadikan kita menjadi orang yang sombong dan angkuh. Selalu mengatasnamakan Indonesia jam karet. Abang tegesin ni dek, kita tu muslim, selalu terbiasa dengan ketepatan dan kedisiplinan dalam beribadah, sholat tepat pada 5 waktunya, puasa wajib tepat pada ramadhan, yaumil bit tepat petengahan bulan dan masih banyak lain-lainya. Kita bukan di ajarkan oleh negara Indonesia, tapi sama agama yang haq ini ISLAM. “agama yang paling diridhai disisi Allah adalah Islam”.”…begitu taujih singkat azzam ke pada adeknya. “iya bang (sambil bersandar di bahu azzam). jazakallah pagi ini saudaraku tercinta mengingatkanku tentang keutamaan bersegera dalam melakukan sesuatu kebaikan, Reya akan coba untuk tidak sombong dan angkuh menjadikan seseorang menunggu kita yang bersantai-santai dalam keterlambatan waktu.”. selepas itu azzam berangkat ke kampus

hari ini mungkin kita masih menjadi salah satu di antara orang-orang yang suka dengan kata Indonesia yang mempunyai karakteristik jam karet. Telah di ingatkan kembali,dalam rangkaian kata di atas, ISLAM mengajarkan kedisiplinan. Dan jika kita tidak disiplin waktu, akan jadi apa generasi muslim dunia nantinya, sedangkan kaum kafir telah men-set ketepatan waktu-waktunya untuk menyerang umat muslim, sinetron, intertaiment, bebagai acara idol lainya di rancang sedemikian rapi agar umat islam melupakan waktu beribadah. Bahkan keberhasilan mereka mencapai tingkat yang kesuksesan, bagaimana tidak… pelaku-pelaku acaranya sendiri umat Islam. Dan kita hanya bisa mengurut dada saja melihat kejadian ini terus berlangsung

Sabar itu butuh keistiqomahan begitu juga dengan sebaliknya, tanpa keistiqomahan maka tidak akan pernah mendapat yang bernama kesabaran atau keistiqomahan. Ingin sholat khusuk maka di butuhkan kesabaran dalam tuma’ninah gerakan sholatnya, bukan gerakannya orang lari, begitu juga ketika ingin merasakan ketenangan dalam tilawatil qur’an dibutuhkan kesabaran untuk tertib tadjiwd, mahrojul hurufnya serta tafsirnya. Maka jangan pernah mengeluh jika permintaan kita kepada Allah tidak di segera di ijabah. Karena Allah berfikir hambanya tidak pernah serius dan benar-benar untuk memohon kepada-Nya.

Reya teringat perkataan abangnya ketika di suatu hari berdiskusi tentang sebuah muhasabah. Terkadang kita hanya bisa menangis dan menyesal saat dimuhasabah dalam sebuah acara muhasabah, itupun dipandu oleh seseorangan (guide), deraian air mata semakin menjadi ditengah musik instrument kitaro yang membawa dan menghanyutkan hati dalam penyesalan. Tapi coba kita lihat setelah itu, esok masih dengan kebiasaan lama tertawa dan gurou, sholat masih di buat telat, tilawah Qur’an masih hanya sebagai mutaba’ah bukan hasil muhasabah, dan lainya, pun do’a tanpa seperti hanya mengucap kata bukan meminta apa yang memang menjadi ucapan do’a.

Jika kelemahan manusia ni selalu di pertahankan, maka akan jadi apa generasi selanjutnya. Kita disini yang mau untuk bersandar dan bersadar diri pada Allah hanya bisa memohon agar robithoh mengikatan hati-hati muslim sedunia. Amiiin

By. sapta nugraha

Nb:cerita ini belum usai,sambil cari inspirasi posting dulu, kali ada masukan yang bagus dari pengunjung blog ini.

tulisan sendiri


Iklan

Filed under: sore-ku

5 Responses

  1. 4sr1 berkata:

    Asallamualaikum Wr Wb.
    Yap ……….setuju tuh dengan tulisannya mungkin satu- satunya yang bisa Menguatkan adalah sebuah komitmen kita terhadap Islam walau kita berada bukan di tengah jamaah kita tapi…kita tetap dengan Ciri kita………Berusahalah tuk Mewarnai Dunia dengan ISLAM Allahuakbar!!!!!!!!!!!!

  2. hakimtea berkata:

    Baca artikelnya teringat tiga tahun yang lalu kena sindiran novelnya kang abik, yupz! Novel yang super laku keras “Ayat Ayat Cinta” Ga perlu diceritainkan gimana Fahri mampu menunjukkan bahwa tidak semua orang Indonesia mempunyai jam karet toh banyak juga orang Indonesia yang jamnya berlapis emas (beuh… gak nyambung nih) ^_^

    Oya Kang Sapta, syukran telah berkomentar positif dan memberikan dampak yg luar biasa dalam kehidupan berblogging ini ^_^

    Salam kenal juga 😉

  3. sapta nugraha berkata:

    4sr1
    ——-
    walaikumussalam warahmatullahi wabarakatuhu

    yupz.. pokoknya Islam mah is the best nya teh…
    semangat juga… Allahu Akbar!!!!!
    ===================================

    Hakimtea

    ————
    wa iyakum kang hakim, semoga silaturahim blognya
    ga pernah bosan…
    ===================================

  4. dave berkata:

    assalamualaikum wr.wb

    wah artikelnya keren…

    salam kenal ya mas…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Nu Gaduh Blog

smoga mampu bangkit meraih mimpi

Copy Paste isi Artikel

seluruh isi artikel boleh di copy. dan sangat bersyukur ketika bisa dimanfaatkan

semoga blog ini bisa memberikan manfaat buat teman-teman di blog

Klik tertinggi

  • Tidak ada
%d blogger menyukai ini: