Mencoba Untuk Berbagi

tak ada kebaikan yang sia-sia | teruslah berbagi kebaikan..

Ikhtilat Aktivis Dakwah, kenapa terjadi??

Sebenarnya artikel ini sudah lama, tetapi menurutku bagus dan bukan masalah up to date nya berita atawa basi ceritanya… tapi karena ini menjadi permasalahan yang terus saja terjadi, klasik memang.. bukanya semakin mereda malah semakin menjadi… ibarat orang tu makin tua makin jadi. Hanya untuk mengingatkan bukan menggurui. Hanya ingin bersama-sama kembali menguatkan ikatan iman untuk dakwah dengan mengindarkan berbagai penyakit hati, karena yang posting juga belum terhindar seluruhnya dari apa-apa yang nanti di bahas di bawah. akan tetapi berusaha untuk kuat agar terhindar.

Maaf klo dah pernah diposting

Hudzaifah.org –

“Dia ikhwan ya? Tapi kok kalau bicara sama akhwat dekat sekali???,” tanya seorang akhwat kepada temannya karena ia sering melihat seorang aktivis rohis yang bila berbicara dengan lawan jenis, sangat dekat posisi tubuhnya.

“Mbak, akhwat yang itu sudah menikah? Kok akrab sekali sama ikhwan itu?,” tanya sang mad’u kepada murabbinya karena ia sering melihat dua aktivis rohis itu kemana-mana selalu bersama sehingga terlihat seperti pasangan yang sudah menikah.

“Duh? ngeri, lihat itu? ikhwan-akhwat berbicaranya sangat dekat??,” ujar seorang akhwat kepada juniornya, dengan wajah resah, ketika melihat ikhwan-akhwat di depan masjid yang tak jauh beda seperti orang berpacaran.

“Si fulan itu ikhwan bukan yah? Kok kelakuannya begitu sama akhwat?,” Tanya seorang akhwat penuh keheranan.

Demikianlah kejadian yang sering dipertanyakan. Pelanggaran batas-batas pergaulan ikhwan-akhwat masih saja terjadi dan hal itu bisa disebabkan karena

1. Belum mengetahui batas-batas pergaulan ikhwan-akhwat.

2. Sudah mengetahui, namun belum memahami.

3. Sudah mengetahui namun tidak mau mengamalkan.

4. Sudah mengetahui dan memahami, namun tergelincir karena lalai.

Dan bisa jadi kejadian itu disebabkan karena kita masih sibuk menghiasi penampilan luar kita dengan jilbab lebar warna warni atau dengan berjanggut dan celana mengatung, namun kita lupa menghiasi akhlak. Kita sibuk berhiaskan simbol-simbol Islam namun lupa substansi Islam. Kita berkutat menghafal materi Islam namun tidak fokus pada tataran pemahaman dan amal.

Sesungguhnya panggilan ‘ikhwan’ dan ‘akhwat’ adalah panggilan persaudaraan.’Ikhwan’ artinya adalah saudara laki-laki, dan ‘akhwat’ adalah saudara perempuan. Namun di ruang lingkup aktivis rohis, ada dikhotomi bahwa gelar itu ditujukan untuk orang-orang yang berjuang menegakkan agama-Nya, yang islamnya shahih, syamil, lurus fikrahnya dan akhlaknya baik. Atau bisa dikonotasikan dengan jamaah. Maka tidak heran bila terkadang dipertanyakan ke-‘ikhwanan’-nya atau ke-‘akhwatan’-nya bila belum bisa menjaga batas-batas pergaulan (hijab) ikhwan-akhwat.

Aktivis sekuler tak lagi segan !!!Seorang ustadz bercerita bahwa ada aktivis sekuler yang berkata kepadanya, “Ustadz, dulu saya salut pada orang-orang rohis karena bisa menjaga pergaulan ikhwan-akhwat, namun kini mereka sama saja dengan kami. Kami jadi tak segan lagi.”
Ungkapan aktivis sekuler di atas dapat menohok kita selaku jundi-jundi yang ingin memperjuangkan agama-Nya. Menjaga pergaulan dengan lawan jenis memang bukanlah hal yang mudah karena fitrah laki-laki adalah mencintai wanita dan demikian pula sebaliknya. Hanya dengan keimanan yang kokoh dan mujahadah sajalah yang membuat seseorang dapat istiqomah menjaga batas-batas ini.

Pelanggaran batas-batas pergaulan ikhwan-akhwat

Berikut ini adalah pelanggaran-pelanggaran yang masih sering terjadi:

1. Pulang Berdua
Usai rapat acara rohis, karena pulang ke arah yang sama maka akhwat pulang bersama di mobil ikhwan. Berdua saja. Dan musik yang diputar masih lagu dari Peterpan pula ataupun lagu-lagu cinta lainnya.

2. Rapat Berhadap-Hadapan

Rapat dengan posisi berhadap-hadapan seperti ini sangatlah ‘cair’ dan rentan akan timbulnya ikhtilath. Alangkah baiknya – bila belum mampu menggunakan hijab – dibuat jarak yang cukup antara ikhwan dan akhwat.

3. Tidak Menundukkan Pandangan (Gadhul Bashar)

Bukankah ada pepatah yang mengatakan, “Dari mana datangnya cinta? Dari mata turun ke hati”. Maka jangan kita ikuti seruan yang mengatakan, “Ah, tidak perlu gadhul bashar, yang penting kan jaga hati!” Namun, tentu aplikasinya tidak harus dengan cara selalu menunduk ke tanah sampai-sampai menabrak dinding. Mungkin dapat disiasati dengan melihat ujung-ujung jilbab atau mata semu/samping.

4. Duduk/ Jalan Berduaan

Duduk berdua di taman kampus untuk berdiskusi Islam (mungkin). Namun apapun alasannya, bukankah masyarakat kampus tidak ambil pusing dengan apa yang sedang didiskusikan karena yang terlihat di mata mereka adalah aktivis berduaan, titik. Maka menutup pintu fitnah ini adalah langkah terbaik kita.

5. “Men-tek” Untuk Menikah

“Bagaimana, ukh? Tapi nikahnya tiga tahun lagi. Habis, ana takut antum diambil orang.” Sang ikhwan belum lulus kuliah sehingga ‘men-tek’ seorang akhwat untuk menikah karena takut kehilangan, padahal tak jelas juga kapan akan menikahnya. Hal ini sangatlah riskan.

6. Telpon Tidak Urgen

Menelfon dan mengobrol tak tentu arah, yang tak ada nilai urgensinya.

7. SMS Tidak Urgen

Saling berdialog via SMS mengenai hal-hal yang tak ada kaitannya dengan
da’wah, sampai-sampai pulsa habis sebelum waktunya.

8. Berbicara Mendayu-Dayu

“Deuu si akhiii, antum bisa aja deh?..” ucap sang akhwat kepada seorang ikhwan sambil tertawa kecil dan terdengar sedikit manja.

9. Bahasa Yang Akrab

Via SMS, via kertas, via fax, via email ataupun via YM. Message yang disampaikan begitu akrabnya, “Oke deh Pak fulan, nyang penting rapatnya lancar khaaan. Kalau begitchu.., ngga usah ditunda lagi yah, otre deh Senyum manis.” Meskipun sudah sering beraktivitas bersama, namun ikhwan-akhwat tetaplah bukan sepasang suami isteri yang bisa mengakrabkan diri dengan bebasnya. Walau ini hanya bahasa tulisan, namun dapat membekas di hati si penerima ataupun si pengirim sendiri.

10. Curhat

“Duh, bagaimana ya?., ane bingung nih, banyak masalah begini ? dan begitu, akh?.” Curhat berduaan akan menimbulkan kedekatan, lalu ikatan hati, kemudian dapat menimbulkan permainan hati yang bisa menganggu tribulasi da’wah. Apatah lagi bila yang dicurhatkan tidak ada sangkut pautnya dengan da’wah.

11. Yahoo Messenger/Chatting Yang Tidak Urgen

YM termasuk fasilitas. Tidaklah berdosa bila ingin menyampaikan hal-hal penting di sini. Namun menjadi bermasalah bila topik pembicaraan melebar kemana-mana dan tidak fokus pada da’wah karena khalwat virtual bisa saja terjadi.

12. Bercanda ikhwan-akhwat

“Biasa aza lagi, ukhtiii? hehehehe,” ujar seorang ikhwan sambil tertawa. Bahkan mungkin karena terlalu banyak syetan di sekeliling, sang akhwat hampir saja mencubit lengan sang ikhwan.

 

Dalil untuk nomor 1-5:

a. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka jangan sekali-kali dia bersendirian dengan seorang perempuan yang tidak bersama mahramnya, karena yang ketiganya ialah syaitan.” (HR.Ahmad)

b. Allah SWT berfirman, “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman, ‘Hendaknya mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya??”
(QS.24: 30)

c. Allah SWT berfirman, “Katakanlah kepada wanita yang beriman, ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya??” (QS.24: 31)

d. Rasulullah SAW bersabda, “Pandangan mata adalah salah satu dari panah-panah iblis, barangsiapa menundukkannya karena Allah, maka akan dirasakan manisnya iman dalam hatinya.”

e. Rasulullah saw. Bersabda, “Wahai Ali, janganlah engkau ikuti pandangan yang satu dengan pandangan yang lain. Engkau hanya boleh melakukan pandangan yang pertama, sedang pandangan yang kedua adalah resiko bagimu.” (HR Ahmad)

 

Dalil untuk nomor 6-12:

… Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit di dalam hatinya…” (Al Ahzab: 32)


Khotimah

Di dalam Islam, pergaulan laki-laki dan perempuan sangatlah dijaga.
Kewajiban berjillbab, menundukkan pandangan, tidak khalwat (berduaan), tidak ikhtilath (bercampur baur), tidak tunduk dalam berbicara (mendayu-dayu) dan dorongan Islam untuk segera menikah, itu semua adalah penjagaan tatanan kehidupan sosial muslim agar terjaga kehormatan dan kemuliaannya.

Kehormatan seorang muslim sangatlah dipelihara di dalam Islam, sampai-sampai untuk mendekati zinanya saja sudah dilarang. “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al Isra:32).

Pelanggaran di atas dapat dikategorikan kepada hal-hal yang mendekati zina karena jika dibiarkan, bukan tidak mungkin akan mengarah pada zina yang sesungguhnya, na’udzubillah.
Maka, bersama-sama kita saling menjaga pergaulan ikhwan-akhwat. Wahai akhwat?., jagalah para ikhwan. Dan wahai ikhwan?., jagalah para akhwat. Jagalah agar tidak terjerumus ke dalam kategori mendekati zina.

“Ya Rabbi?, istiqomahkanlah kami di jalan-Mu. Jangan sampai kami tergelincir ataupun terkena debu-debu yang dapat mengotori perjuangan kami di jalan-Mu, yang jika saja Engkau tak tampakkan kesalahan-kesalahan itu pada kami sekarang, niscaya kami tak menyadari kesalahan itu selamanya.

Ampunilah kami ya Allah…. Tolonglah kami membersihkannya hingga dapat bercahaya kembali cermin hati kami. Kabulkanlah ya Allah…. “

Semoga tulisan ini bermanfaat sebagai intropeksi kita semua, bagaimana komentar antum/antuna

Saya ambil dari http://myquran.org/forum/index.php/topic,11362.0.html

hasil copy paste

 

Iklan

Filed under: OASE

19 Responses

  1. ubay berkata:

    akh sapta mau ngga ikhtilat berdua dengan saya 😛

  2. sapta nugraha berkata:

    =========================
    afwan sebelumnya Akh ubay
    bisa seriuskan kasih commentnya…

    ———————————————

  3. fuad hasan berkata:

    Ya…sudah saatnya kita berbenah, meluruskan kembali kaidah2 dalam berhubungan antaraktivis yang sekarang makin longgar dan mengkhawatirkan.
    salam kenal.

    ===============================================
    salama kenal juga akh hasan
    ===============================================

  4. ubay berkata:

    akh sapta af1 yah, tapi bener koq aq mau ikhtilat dengan akhi, mau ada urusan yang sangatlah penting, tapi aq malu dan takut mengatakannya didepan orang banyak, sudikah kiranya akh sapta memperkenankan daku yang tidak sempurna ini ber-ikhtilat dengan akh sapta, daku sedang butuh sekali. bisakah akhi?
    ——————————————————–
    Ubay

    ga mutu komentarnya akh ubay
    mau minta pulsa… afwan HP ku kan Ilang
    mau Pinjam uang, belum gajian…..
    ati2 tu hp jangan sering di angkat klo
    pagi2 n malem dari siapa tuch??????
    ——————————————————–

  5. ubay berkata:

    aduh2 piye to, koq udah tau duluan sih, ngga seru. adahal buat sureprize. hehehe. ahhh mau ngisi artikel ah. hehehe, tolong sampaikan ke anak assalam or para donatur yth, demi kelancaran akses di http://www.ukmassalam.org diminta infaq hingga 200rb rupiah. terimakasih

  6. Dasri_04 berkata:

    Asallam’uallaikum Wr.Wb.
    Kumaha Damang Pak Sapta ? Iye Tulisana Alus Banget…
    Ikhtilat…… Sebenernya Bagaimana kita bisa menyikapinya
    1. Bersihkan Hati dulu dari hal-hal??? Walau tidak Ikhtilat kalau hatinya…. bisa jadi Ikhtilat…..
    2.Walaupun sudah paham cobalah sedikit dikurang berinteraksi dengan lawan jenis (Walau tak bertatap mata atau tak berjumpa ,Via cating juga bisa Ikhtilat lho ,Awalnya menanyakan Dakwah selanjutnya …… hati bisa ……. jawab sendiri pak sapta tau ko)
    Af1 ana bukan menggurui tapi saat ini ana juga sedang mencoba , berusaha tuk menjaga hati dari hal???
    Tapi manusia itu tidak lah sempurna ……penuh dengan ke khilapan tapi kalau saudaranya di lihat agak kurang akhsan cobalah di luruskan dengan baik2, Dakwah itu harus tau medannya …. kita juga harus bisa memahami kondisinya….
    Kalu menurut ana Semua itu Berfokus pada HATI.
    Hati lah inti dari semua gerak langkah kita. itu aja yang bisa ana sampaikan Af1 apabila ada kata2 yang kurang berkenan ana Mohon maaf, Abdi permios heulanya Punten upami aya kalepatan …….:-)

  7. sapta nugraha berkata:

    walaikumussalam warahmatullahhi wabarakatuhu teh Asri

    Alhamdulillah damang…..
    jazzakallah atas tanggapan, taujih dan kunjunganya… semoga sesama para jundi dakwah tidak bosan untuk saling mengingatkan…… agar terhindar dari berbagai penyakit Hati dan kawan2nya

  8. ubay berkata:

    woiiiiiiiiiiiiiii, simpati bebas roaming

  9. Ariyanto berkata:

    ass….lah klw sering ngobrol di hp tu termasuk ikhtilat bukan sih?tlng kirim ke email aq ya…pleaseeeeeeeeee

  10. ayash berkata:

    kumaha ini sekarang koq banyak vmj

  11. zainruchyat berkata:

    izin copas ya

  12. embun berkata:

    Asw, izin copas jg akh..

  13. Rahmita berkata:

    AssLM_ALaikum…

    Gimana KaLo DaLam KeaDaaN Darurat….
    MisaLnya rapatnya selesainya MaLam.. terus Akhwat yg Rumahnya Jauh.. dan KebetuLn arah rumahnya sama Dengan Ikhwan.. BoLeh Ga Diantar PuLang Pake Motor..

  14. theo berkata:

    assalamualaikum
    afwan kk, mungkin kk harus menjelaskan batasan-batasan ikhwan akhwat, di perbolehkan nya campur baur antara ikhawan akhwat. kan ada tu kk, dalam hal menuntut ilmu, dsb. klo bisa kkag jelaskan pake dalil nya juga kk.

    juga,
    masalah pulang bersama, kan ada hijab,
    di motor pake tas,
    pembatas jarak di mobil.
    cuma npa harus putar lgu peterpan, kan ada nasyid haroki ^_^

  15. rizki berkata:

    ana copi ya?

  16. syukran smoga bisa lebih terjaga 🙂

  17. ade berkata:

    idzin share ya

  18. gigih berkata:

    aslkum..
    izin Copas akh..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Nu Gaduh Blog

smoga mampu bangkit meraih mimpi

Copy Paste isi Artikel

seluruh isi artikel boleh di copy. dan sangat bersyukur ketika bisa dimanfaatkan

semoga blog ini bisa memberikan manfaat buat teman-teman di blog

Klik tertinggi

  • Tidak ada
%d blogger menyukai ini: